Puluhan Pelajar Meriahkan Lomba Layang Kuwau Hari Jadi Bengkalis ke-514

  • 20 Jul 2026 00:43 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Langit Lapangan Pasir Andam Dewi Bengkalis dipenuhi layang-layang tradisional Kuwau, Minggu 19 Juli 2026. Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bengkalis sukses menggelar Lomba Permainan Layang Kuwau dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Bengkalis ke-514 Tahun 2026.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB tersebut diikuti oleh puluhan pelajar tingkat SMP/Sederajat dan SMA/Sederajat dari Kecamatan Bengkalis dan Kecamatan Bantan. Sesuai persyaratan, setiap sekolah mengirimkan 5 orang peserta putra didampingi 1 orang guru pendamping.

Pantauan RRI di lapangan, para peserta tampil antusias sambil membawa peralatan layang Kuwau buatan sendiri. Adu ketangkasan memainkan layang tradisional khas Melayu ini menjadi tontonan menarik bagi masyarakat yang hadir.

Plt. Kepala Disparbudpora Bengkalis, Ardiansyah, mengatakan, lomba Layang Kuwau sengaja diangkat kembali sebagai bagian dari Lomba Permainan Anak Negeri, Kesenian dan Kreatif untuk melestarikan warisan budaya Melayu.

"Layang Kuwau ini hampir punah. Melalui momentum Hari Jadi ke-514 ini, kami ingin anak-anak muda kita kembali mengenal dan mencintai permainan tradisional nenek moyang kita, bukan hanya game online," ujar Ardiansyah.

Ia menjelaskan, sebelum perlombaan, pihaknya telah menggelar Technical Meeting pada Sabtu 18 Juli 2026 di Aula Kantor Disparbudpora Jalan Arif Rahman Bengkalis untuk menyamakan aturan penilaian.

Para peserta dinilai berdasarkan keindahan layang, kekompakan, serta kemampuan menerbangkan Kuwau hingga bertahan di udara. Suasana semakin meriah dengan sorak sorai pendukung dari masing-masing sekolah.

Salah satu guru pendamping yang hadir mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, lomba seperti ini sangat positif untuk membentuk karakter, kekompakan, dan kreativitas siswa.

Dengan suksesnya lomba Layang Kuwau ini, Disparbudpora berharap permainan tradisional Bengkalis dapat terus hidup dan menjadi daya tarik wisata budaya di Negeri Junjungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....