Ziarah Raja Siantar, Bupati Simalungun ke Bengkalis
- 14 Apr 2026 13:15 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih, bersama Wakil Bupati Benny Gusman Sinaga dan sejumlah pejabat daerah melakukan kunjungan ziarah ke makam Raja Sang Naualuh Damanik di Desa Senggoro, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis pada Selasa, 14 April 2026.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Simalungun ke-193 yang jatuh pada 11 April 2026. Ziarah ini juga menjadi simbol penghormatan terhadap tokoh sejarah asal Sumatera Utara yang dimakamkan di Pulau Bengkalis.

Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih, mengatakan bahwa ziarah ini dilakukan untuk mengenang jasa para raja dan leluhur, khususnya Raja Sang Naualuh Damanik yang merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah Simalungun.
“Kedatangan kami ke Bengkalis ini untuk melakukan ziarah ke makam Raja Siantar Sang Naualuh Damanik dalam rangka memperingati hari jadi Kabupaten Simalungun ke-193. Kami telah berziarah ke tujuh makam raja, dan beliau adalah raja ketujuh yang kami kunjungi,” ujarnya
Ia menegaskan pentingnya menjaga ingatan sejarah sebagai bagian dari jati diri bangsa. Menurutnya, keberadaan makam Raja Sang Naualuh di Bengkalis menjadi bukti kuat adanya hubungan historis antara Simalungun dan Bengkalis.

“Kita harus mengingat sejarah dan menghargai para leluhur serta pahlawan. Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya. Kehadiran kami di Bengkalis ini juga karena adanya jejak sejarah Simalungun di daerah ini,” tambahnya.
Bupati juga menilai kondisi makam Raja Sang Naualuh Damanik saat ini semakin baik dan telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Ia berharap kegiatan ziarah ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu.
“Kami sangat mengapresiasi kondisi makam yang semakin baik. Ke depan, kami berkomitmen untuk terus melakukan ziarah sebagai bentuk penghargaan terhadap raja dan pahlawan kami,” ungkapnya.
Kedatangan rombongan dari Kabupaten Simalungun disambut oleh Pemerintah Kabupaten Bengkalis yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati, Johansyah Safri, bersama Asisten Andris Wasono dan sejumlah pejabat dari Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga.
Dalam kesempatan tersebut, Johansyah Safri menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi Kabupaten Simalungun ke-193 serta harapan terhadap kemajuan daerah tersebut ke depan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bengkalis, kami mengucapkan selamat hari jadi ke-193 kepada Kabupaten Simalungun. Semoga ke depan menjadi kabupaten yang semakin maju dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia juga menilai kegiatan ziarah ini sebagai langkah positif dalam menggali dan menanamkan nilai-nilai sejarah kepada generasi muda.
“Kegiatan ini sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran sejarah, khususnya bagi generasi muda. Seperti yang disampaikan Bupati Simalungun, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah dan pahlawannya,” katanya.
Johansyah berharap kegiatan ziarah ke makam Raja Sang Naualuh Damanik dapat menjadi agenda rutin tahunan yang memperkuat hubungan antara Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Simalungun.
“Kami berharap ziarah ini dapat terus dilakukan setiap tahun sehingga sinergitas dan kolaborasi antara kedua daerah semakin kuat dalam mewujudkan kemajuan bersama,” tambahnya.
Sebagai informasi, Raja Sang Naualuh Damanik merupakan pemimpin Kerajaan Siantar yang lahir pada tahun 1871 di Bengkalis, tepatnya di Desa Senggoro. Ia dikenal sebagai tokoh perlawanan terhadap kolonial Belanda.
Meski sempat diakui secara resmi oleh pemerintah kolonial melalui surat tertanggal 23 Oktober 1889, Sang Naualuh menolak pengakuan tersebut karena dianggap sebagai upaya penjajahan terhadap wilayah dan rakyatnya.
Selama masa kepemimpinannya (1888–1906), ia menjalankan berbagai program pembangunan, seperti pengembangan pertanian, pembangunan infrastruktur jalan, pendirian pusat pengajian Islam, kampanye kesehatan anak, hingga penguatan sistem transportasi dan pertahanan kerajaan.
Keberadaan makamnya di Bengkalis menjadi bukti bahwa semangat perjuangan melawan penjajahan tidak hanya terjadi di daratan Sumatera, tetapi juga menjangkau wilayah pesisir seperti Pulau Bengkalis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....