Tradisi Berarak Pengantin Laki-Laki Melayu Riau
- 13 Apr 2026 10:55 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Tradisi berarak pengantin Melayu Riau adalah prosesi mengantar mempelai laki-laki ke rumah pengantin perempuan yang diiringi musik tradisional (kompang/gendang silat), berbalas pantun, dan pencak silat. Arak-arakan ini bertujuan meresmikan pernikahan, menghormati mempelai, dan sebagai hiburan rakyat, sering kali ditandai dengan tabur beras kunyit sebagai simbol kesejahteraan.
Dikutip dari Dinas Kebudayaan Kepulauan Riau (Kepri), berikut adalah poin-poin penting dalam tradisi berarak pengantin Melayu Riau:
Rombongan Berarak: Pengantin laki-laki diantar keluarga dan kerabat berjalan menuju rumah pengantin perempuan setelah akad nikah, biasanya diiringi musik kompang atau rebana.
Barisan Arak-arakan: Di barisan depan biasanya ada perempuan membawa sirih junjung, diikuti pengantin laki-laki, keluarga, pemencak silat, dan pembawa alat musik.
Tabur Beras Kunyit: Sepanjang perjalanan, beras kunyit, bunga mawar, dan uang logam ditaburkan. Ini bermakna simbolis kesejahteraan bagi pasangan dalam menempuh hidup baru.
Pencak Silat Penyambutan: Sesampainya di halaman rumah mempelai perempuan, rombongan laki-laki disambut dengan permainan pencak silat dari pihak perempuan sebagai penghormatan, yang kemudian dibalas oleh pihak laki-laki.
Buka Palang Pintu: Sebelum memasuki rumah, pengantin laki-laki dihalangi oleh "palang pintu" (biasanya berupa kain panjang) dan harus melewatinya dengan berbalas pantun dan membayar tebusan uang pintu kepada pihak perempuan.
Tujuan: Prosesi ini merupakan upaya melestarikan budaya, memberikan penghormatan, dan memeriahkan acara agar dikenal oleh khalayak ramai.
Tradisi ini masih dilestarikan sebagai wujud identitas budaya Melayu Riau yang kental akan nilai adat dan kebersamaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....