Tepuk Tepung Tawar Tradisi Sakral Melayu Riau
- 13 Apr 2026 09:55 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Tepuk Tepung Tawar adalah tradisi sakral Melayu Riau berupa ritual penaburan bahan adat dan percikan air wangi, bertujuan memberikan doa restu, keselamatan, serta penolak bala. Umumnya dilakukan dalam acara pernikahan, khitanan, atau syukuran, tradisi ini merupakan simbol syukur kepada Allah SWT dan penghormatan kepada orang yang ditepung tawari.
Dikutip dari e-journal UIN Suska, adapun yang dimaksud tepuk tepung tawar :
1. Makna dan Tujuan Tepuk Tepung Tawar
Doa & Berkah: Memohon keselamatan, keberkahan, dan kesuksesan bagi seseorang.
Penolak Bala: Secara simbolis menolak gangguan atau bahaya
Rasa Syukur: Sebagai bentuk syukur atas terkabulnya keinginan, seperti pernikahan atau menempati rumah baru.
2. Perlengkapan Tepuk Tepung Tawar
Bahan-bahan yang digunakan memiliki makna filosofis tersendiri:
Daun Perenjis: Daun yang diikat (biasanya pandan, daun setawar, daun diding) untuk memercikkan air.
Air Tepung Tawar: Campuran bedak, jeruk, dan bunga mawar.
Bahan Tabur: Beras kunyit, beras basuh, bertih (beras sangrai), dan bunga rampai.
Bahan Oles: Inai/daun pacar.
Kain Putih: Alas bantal tepung tawar.
3. Tata Cara Pelaksanaan Tepuk Tepung Tawar
Orang yang ditepuk tawari duduk dengan tangan tertelungkup di atas bantal berlapis kain putih.
Penepuk tepung tawar (biasanya keluarga terdekat atau tokoh adat berjumlah ganjil) merenjiskan air wangi menggunakan daun perenjis ke telapak tangan.
Menaburkan beras kunyit, beras basuh, dan bertih di atas tangan dan/atau kepala (jika tokoh terhormat).
Mengoleskan inai pada telapak tangan.
Melakukan sembah (mengangkat tangan).
Acara ditutup dengan doa bersama oleh tokoh agama.
Tradisi ini mencerminkan kentalnya perpaduan adat dan nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat Melayu Riau, di mana prosesi selalu diiringi selawat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....