Tradisi Cue Lak di Sungai Pakning, Generasi Muda Jaga Nyala Warisan Leluhur

  • 22 Feb 2026 15:20 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis – Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan masih terasa kental dalam perayaan Tradisi Cue Lak atau ulang tahun Dewa Ching Cui Choo She Kong di Vihara Hock Hian Kiong, Minggu 22 Februari 2026. Di tengah arus modernisasi, tradisi warisan leluhur ini tak hanya bertahan, tetapi terus berkobar berkat peran aktif generasi muda Tionghoa setempat.

Perayaan yang rutin digelar setiap tahun tersebut menjadi momen penting mempererat silaturahmi sekaligus menjaga identitas budaya masyarakat. Dua sosok muda Tionghoa Sungai Pakning, Aslindo Novianto yang akrab disapa Bun’eng dan Jefri Leeandra, menjadi representasi nyata estafet budaya yang terus dijaga. Mereka tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga turut menggerakkan dan menyemarakkan jalannya perayaan.

Bun’eng menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada panitia serta pengurus Vihara atas konsistensi penyelenggaraan acara. Menurutnya, komitmen tersebut membuat tradisi Cue Lak tetap hidup dan diwariskan secara meriah dari generasi ke generasi. “Kami sekeluarga sangat bersyukur dan berterima kasih. Di era modern seperti sekarang, tradisi ini tetap hidup di kampung kita, bahkan dikenal hingga ke berbagai penjuru. Ini bukti bahwa akar budaya kita sangat kuat,” ujarnya.

Ia juga berharap generasi muda terus menjaga dan merayakan tradisi tersebut sebagai bagian dari identitas bersama. “Semoga sampai kapan pun, lintas generasi akan terus merayakan Cue Lak ini. Ini adalah jati diri kita,” tambahnya.

Senada dengan itu, Jefri Leeandra yang merupakan perantau dan juga pengurus Federasi Olahraga Domino Nasional Provinsi Riau, mengaku sengaja pulang kampung untuk menyambut Imlek 2026 dan mengikuti perayaan Cue Lak. Baginya, momen ini menjadi panggilan hati bagi seluruh warga Tionghoa Sungai Pakning, di mana pun berada.

“Bagi kami para perantau, Cue Lak adalah momen wajib pulang. Ini bukan sekadar tradisi turun-temurun, tapi juga ajang kumpul paling dinanti untuk melepas rindu dan mempererat kembali hubungan kekeluargaan,” ungkapnya.

Di tengah kemeriahan perayaan, keduanya juga menyampaikan pesan damai dan toleransi yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Sungai Pakning. Momentum Tahun Baru Imlek 2577 mereka jadikan sebagai sarana berbagi kebahagiaan lintas umat.

“Selamat Tahun Baru Imlek 2577, Gong Xi Fa Cai. Semoga kita semua diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, dan kesuksesan,” ucap mereka kompak.

Tak lupa, mereka juga menyampaikan ucapan kepada masyarakat Muslim yang akan menunaikan ibadah puasa Ramadhan.

“Kami juga mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan kepada sahabat-sahabat Muslim. Semoga ibadah kita semua lancar dan diberkahi,” tutur mereka.

Perayaan Cue Lak tahun ini tak hanya menjadi wujud penghormatan kepada leluhur, tetapi juga cerminan eratnya persaudaraan antarumat beragama dan lintas generasi di Sungai Pakning.*

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....