Cara Mudah Menanam dan Merawat Cabe di Rumah

  • 29 Jun 2024 05:18 WIB
  •  Bengkalis

KBRN, Bengkalis: Dibalik rasanya yang pedas ternyata cabe memiliki banyak sekali kandungan nutrisi yang sangat baik bagi tubuh anda. Ini tentunya tidak hanya untuk melengkapi kadar nutrisi dalam tubuh saja tetapi kandungan nutrisi pada cabe juga memiliki banyak manfaat yang lain. Mulai dari segi kesehatan hingga kecantikan.

Dilansir dari ketahananpangan.semangkota.go.id Kandungan Nutrisi Cabe : Kalori; Natrium; Kalium; Karbohidrat; Serat; Protein; Kalsium; Magnesium; Zat besi; Vitamin A, B6, B12, C, dan D. Dengan banyaknya nutrisi yang ada dan banyaknya penggemar makanan pedas membuat maraknya bisnis di bidang makanan dan jajanan pedas. Dan ini tentunya juga sangat menguntungkan para petani cabe, dan kita bisa meniru metode pananaman cabe itu di rumah.

Berikut beberapa cara merawat cabe agar berbuah lebat.

1. Pilih Benih Cabe Berkualitas

Sebelum Anda menanam cabe dan melakukan perawatan, hal pertama yang dilakukan adalah memilih benih cabe dengan kualitas terbaik. Benih cabe yang baik adalah yang sudah tua, berwarna merah menyala, masih segar, tidak keriput, dan tangkainya berwarna hijau segar. Anda juga dapat membeli benih yang siap tumbuh di toko tanaman dengan memperhatikan kondisi kesehatan tanaman.Jika masih berbentuk biji-bijian, Anda dapat mengetesnya dengan air dan lihat keesokan harinya. jika biji cabe tenggelam, maka ini biji terbaik yang bisa ditanam.

2. Penyiraman dan Pemupukkan Secara Berkala

Setelah biji selesai disemai, Anda perlu melakukan perawatan rutin seperti menyiram dan memberi pupuk.Sebelumnya, gunakan media tanam berupa campuran pupuk, sekam, dan tanah humus dengan perbandingan 2:1:3 agar cabe cepat berbuah.Lalu, sirami tanaman cabe pagi dan sore secukupnya. Saat pagi hari, Anda dapat menyiram dengan air bekas cucian beras, sedangkan sore dapat menggunakan air biasa. Pastikan Anda juga menggunakan pot tanaman dengan lubang drainase yang baik. Pupuk yang digunakan sebisa mungkin gunakan pupuk organik, seperti pupuk kandang atau pupuk kompos. Pupuk organik lebih baik digunakan untuk skala pertanian rumah tangga karena lebih aman untuk lingkungan. Berikan pupuk kepada tanaman dengan jarak waktu dua minggu sekali. Letakkan pupuk ke atas permukaan yang dekat dengan akar tanaman.

3. Pemangkasan

Pemangkasan tanaman cabe sangat diperlukan agar tanaman terhindar dari hama serta menjadikan tanaman lebih bersih.Untuk melakukannya, Anda membutuhkan gunting tanaman. Gunting pucuk tanaman agar struktur tanaman lebih terjaga. Namun, jangan potong daun muda atau buah yang masih kecil. Lakukan pemangkasan ini selama satu bulan sekali. Saat tanaman cabai tumbuh semakin besar, ada baiknya Anda memasang penopang dari bambu atau kayu kecil agar pohonnya dapat berdiri kokoh dan tidak patah bila tertiup angin.

4. Pemberian Vitamin Khusus Tanaman Cabe

Tanaman cabe membutuhkan sumber vitamin yang cukup yang sebenarnya dapat diperoleh dari unsur hara di dalam tanah. Unsur hara berfungsi untuk memudahkan proses metabolism sel, pembentukan enzim, dan hormon.

Selain itu, dbutuhkan vitamin B1 sampai dengan vitamin B12 untuk membantu pembentukan akar, batang, dan daun. Vitamin B kompleks ini dapat diperoleh dari air cucian beras. Namun, untuk mendapatkan vitamin yang lebih baik lagi, Anda dapat menggunakan vitamin khusus tanaman cabai yang dijual di toko tanaman. Dengan memberikan nutrisi yang baik, tanaman cabai akan lebih mudah dan cepat berbuah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....