Sejarah Peci Dan Perkembangannya

  • 28 Mei 2024 10:53 WIB
  •  Bengkalis


KBRN, Bengkalis: Peci (dalam bahasa belanda: petje), dalam bahasa arab maroko disebut fas yang artinya topi,adalah istilah yang merujuk kepada penutup kepala pria khas Maroko yang berasal dari kota Fez.

Peci biasanya terbuat dari bahan kain laken, beludru, dan sebagainya. Secara sinonim, variasi peci berbentuk tinggi khas Turki dikenali juga sebagai turbus.

Di Indonesia secara khusus, peci mengalami penyederhanaan bentuk, dan biasanya memiliki ciri khas berwarna hitam, yang juga diadopsi sebagai salah satu simbol Nasional Indonesia sejak tahun 1928

Sejarah peci menurut laman Wikipedia,Peci modern popularitasnya mencuat pada era Otoman. Peci menjadi simbol Kesultanan Otoman pada awal abad ke-19. Pada tahun 1827, Mahmud II mengamanatkan peci sebagai penutup kepala modern untuk pasukan barunya, yang dijuluki sebagai Asakir-i Mansure-i Muhammediye.

Keputusan tersebut terinspirasi oleh komando angkatan laut Otoman, yang sebelumnya kembali dari Maroko setelah menganut gaya topi khas wilayah tersebut. Pada tahun 1829, Mahmud mengeluarkan peraturan baru yang mewajibkan penggunaan peci oleh semua pejabat sipil dan agama.

Tujuannya adalah untuk menggantikan sobran yang berfungsi sebagai penanda identitas dan justru memecah-belah, bukan mempersatukan masyarakat. Satu abad kemudian, pada tahun 1925, peci dilarang penggunaannya di Turki sebagai bagian dari reformasi Atatürk. Sejak saat itu, fez tidak lagi menjadi bagian dari pakaian pria Turki

Peci memiliki beragam variasi di setiap daerah, dan memiliki ciri khas maupun nilai budaya terikat yang berbeda-beda. Sebagai contohnya, variasi peci khas Turki biasanya berwarna merah dan hitam, berbentuk tinggi, serta memiliki aksen kuncir bulu di bagian atas. Bagi masyarakat Turki, peci kerap dihubungkan dengan kejayaan kesultanan Otoman yang kala itu mengadopsi gaya bertopi khas masyarakat kota Fez di Moroko.

Sedangkan di Indonesia secara khusus, variasi peci secara Nasional umumnya berwarna hitam, berbahan beludru atau laken, serta berbentuk pendek dan tidak berkuncir.

Bagi masyarakat Indonesia, peci secara nilai filosofis melambangkan salah satu bentuk nasionalisme kemerdekaan Indonesia, hal ini merupakan bentuk penghormatan para bapak bangsa Indonesia untuk para masyarakat Timur Tengah (khususnyaMesir) yang secara resmi mengakui kedaulatan negara Indonesia secara terlebih dahulu dibandingkan negara-negara di belahan muka bumi yang lainnya.

Peci juga kerap digunakan oleh masyarakat Muslim Indonesia sebagai salah satu kelengkapan pakaian beribadah.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....