Alasan Radio Relevan Sampai Kini,Begini Menurut Pendakwah
- 16 Jun 2025 13:03 WIB
- Bengkalis
KBRN,Pekanbaru: Di tengah maraknya media sosial, podcast, dan layanan streaming di era digital saat ini, sebagian orang mungkin menganggap radio telah ditinggalkan. Padahal, radio masih bertahan dan bahkan berkembang sebagai media dakwah yang tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Radio bukan hanya sekadar media informasi atau hiburan semata. Ia hadir sebagai suara yang mampu menembus kesunyian malam, menemani perjalanan di jalanan, hingga menjangkau pelosok-pelosok yang sulit diakses. Dalam situasi apa pun, suara dari radio sering kali menjadi sahabat yang menghangatkan dan menenangkan hati.
Mengutip dari laman Surau.co karya Iskandar, alasan Radio masih relevan sampai kini adalah:
1. Akses yang mudah
Tidak semua orang memiliki ponsel canggih atau akses internet stabil. Namun, radio bisa dinikmati hanya dengan perangkat sederhana dan sinyal gelombang. Bahkan banyak ponsel yang sudah terintegrasi dengan fitur radio FM.
2. Hemat kuota dan daya
Dibandingkan menonton video dakwah di YouTube, mendengarkan radio tidak memakan kuota besar atau daya baterai tinggi. Hal ini penting terutama di daerah yang terbatas listrik dan internet.
3. Multitasking friendly
Radio bisa didengar sambil berkendara, memasak, bekerja, atau saat santai. Dakwah melalui radio hadir tidak mengganggu aktivitas, justru menjadi penyemangat harian.
4. Privasi dan kenyamanan
Ada orang yang tidak suka menonton ceramah di keramaian atau enggan membuka video agama di tempat umum. Radio hadir sebagai solusi privat dan nyaman untuk menenangkan hati tanpa perlu terlihat publik.
Dakwah melalui radio kini semakin bervariasi dan kreatif. Beberapa bentuk yang populer antara lain:Kajian harian bertema khusus, seperti Podcast bertema keislaman di pagi hari, yang membahas berbagai persoalan actual. Mulai dari kehidupan keluarga, pendidikan anak, ekonomi Islam, hingga pergaulan remaja.
Biasanya berdurasi 15–30 menit dan disampaikan dengan gaya santai namun tetap sarat makna. Lalu dilanjutkan sesi tanya jawab seputar fikih, di mana pendengar bisa mengirimkan pertanyaan melalui SMS, WhatsApp, atau langsung menelepon untuk dijawab oleh ustaz atau ahli agama secara langsung.
Selain itu Murottal Al-Qur’an dan doa harian, yang menjadi segmen favorit karena memberikan rasa damai dan keberkahan bagi pendengarnya. Sisipan nasihat dan motivasi islami, biasanya hadir di tengah-tengah program umum sebagai pengingat singkat namun bermakna dalam kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi Radio dan Media Sosial
Walau hanya mengandalkan audio, radio tetap relevan di era digital. Kini, banyak stasiun radio yang sudah terhubung dengan berbagai platform online seperti,
Menyiarkan program secara langsung lewat YouTube dan Facebook dan menyediakan rekaman siaran dalam bentuk podcast serta berinteraksi aktif dengan pendengar melalui Instagram maupun WhatsApp
Hal ini membuat dakwah melalui radio menjadi lebih dinamis, menjangkau lebih banyak orang, dan bisa diakses kapan saja. Bahkan, tak sedikit orang yang menikmati konten radio tanpa menyadari bahwa yang mereka dengarkan sebenarnya adalah siaran radio karena kemasannya telah menyatu dengan media digital masa kini.