Langkah-Langkah Yang Dilakukan Ketika Terjadi Gempa Bumi
- 20 Mar 2025 10:23 WIB
- Bengkalis
KBRN, Pekanbaru : Gempa bumi dapat terjadi secara tiba-tiba dan menimbulkan dampak yang berbahaya, sehingga penting untuk mengetahui langkah-langkah yang harus dilakukan saat menghadapinya.
Wilayah-wilayah yang rawan terjadi gempa bumi, harus tetap waspada membangun kesiapsiagaan secara mandiri. Harus dilatih apa yang harus dilakukan, tentang bagaimana cara melindungi diri ketika berada dalam ruangan atau gedung, atau bagaimana cara menyelamatkan diri bila ada gempa yang berpotensi tsunami.
Mengutip laman situs Kantor Berita Antara, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan tips cara melindungi diri apabila terjadi gempa saat berada di dalam atau di luar gedung bahkan yang berada di pesisir pantai, yaitu:
1. Apabila berada di dalam gedung dan merasakan gempa yang cukup signifikan sementara letak pintu cukup jauh, langkah penyelamatan diri yang bisa dilakukan adalah masuk ke kolong meja atau kursi.
2. Bila tidak ada kursi atau meja untuk berlindung, lindungi kepala dan leher dengan benda misalnya tas atau buku, atau berlindung di sudut ruangan.
3. Apabila guncangan gempa sudah berhenti barulah menuju pintu keluar. Apabila sudah berada di luar ruangan kemudian terjadi gempa susulan, segeralah merunduk, jangan berdiri karena berpotensi jatuh karena guncangan.
4. Tidak berdiri dekat dengan tiang listrik, pohon, atau bangunan karena berpotensi tertimpa reruntuhan.
Sementara apabila saat berada di pesisir pantai kemudian terjadi guncangan gempa langkah-langkah yang dilakukan adalah:
1. Memantau informasi apakah gempa bumi ini potensi tsunami atau tidak.
2. Apabila merasakan guncangan gempa kuat dengan durasi sekitar 20-30 detik, segeralah melakukan tindakan penyelamatan diri mandiri atau evakuasi mandiri.
3. Segeralah naik ke tempat yang tinggi seperti bukit atau gedung yang cukup kokoh, setelah itu carilah informasi apakah berpotensi tsunami atau tidak.
4. Apabila tidak berpotensi tsunami, masyarakat bisa melakukan aktivitas secara normal namun tetap menghindari bangunan berpotensi runtuh.
5. Jika kita berada di tepian pantai dan menerima informasi peringatan dini tsunami BMKG, haruslah memahami tiga tingkatan peringatan dini yang dikeluarkan.
Status waspada ketika tinggi gelombang berada antara 0 - 0,5 meter, status siaga tinggi gelombang antara 0,5 - 3,0 meter, sementara status awas bila tinggi gelombang berada di atas tiga meter. Kalau berada di status waspada, kita tak perlu lakukan evakuasi, namun tidak berdiri di tepi pantai atau sungai. Tapi apabila peringatan dini siaga atau awas, maka wajib dilakukan evakuasi. Kuncinya adalah harus melatih kesiapsiagaan karena berada di daerah rawan gempa, jika sudah dilatih, maka sudah tahu apa yang harus dilakukan.
Dengan memahami dan menerapkan langkah-langkah yang tepat saat terjadi gempa bumi, kita dapat meminimalkan risiko cedera dan kerusakan. Kesiapsiagaan, kewaspadaan, serta kepatuhan terhadap prosedur darurat sangat penting untuk keselamatan diri sendiri dan orang lain.
Selain itu, latihan evakuasi secara berkala dan pengetahuan mengenai titik aman dapat membantu meningkatkan respons dalam situasi darurat. Oleh karena itu, mari selalu waspada dan siap menghadapi gempa bumi demi keselamatan bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....