Mabes TNI Turunkan Satgas Antisipasi Karhutla di Meranti
- 27 Agt 2026 13:29 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Selatpanjang - Markas Besar Tentara Nasional Indonesia atau Mabes TNI menurunkan satu perwira tinggi dan empat perwira menengah untuk membantu mengantisipasi dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. Satgas tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Presiden RI Prabowo di tengah kondisi cuaca panas yang berpotensi memicu karhutla.
Kedatangan Satgas Mabes TNI disambut Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti Sudandri, mewakili Bupati Asmar. Kegiatan dilanjutkan rapat koordinasi bersama OPD dan instansi terkait di Aula Kantor PUPR Kepulauan Meranti, Kamis 27 Agustus 2026. Satgas dipimpin Laksamana I Dr. Imam Hidayat selaku Staf Khusus Kasal bersama empat perwira menengah.
Sekda Kepulauan Meranti Sudandri menyampaikan apresiasi kepada Mabes TNI atas dukungan dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla.
“Kita dari Pemkab Meranti siap mendukung penanggulangan Karhutla dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh elemen lainnya. Kita berharap bencana Karhutla yang merugikan semua pihak ini tidak terjadi,” ujar Sudandri.
Sementara itu, Laksamana I Dr. Imam Hidayat mengatakan Satgas akan meninjau fasilitas pemadaman karhutla milik BPBD Meranti dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
“Karena berada di lahan gambut, ini ibarat berada di dekat tungku api yang sewaktu-waktu dapat terbakar. Karena itu, perlu diantisipasi oleh semua pihak,” ungkap Imam. Ia menegaskan pencegahan harus dilakukan sejak dini dengan melibatkan masyarakat.
Satgas Mabes TNI dijadwalkan berada di Meranti selama sekitar satu bulan. Selain meninjau fasilitas pemadaman, tim akan melakukan edukasi di sejumlah kecamatan, desa dan kelurahan dengan melibatkan pemerintah daerah, pemilik lahan, organisasi masyarakat, pemuda dan tokoh agama. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan potensi karhutla dan mempercepat penanganan apabila kebakaran terjadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....