Polbeng Perkuat Pendampingan Desa lewat Penanaman 12.000 Bibit Cabai Merah

  • 12 Jul 2026 00:05 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis – Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sektor pertanian dan pemberdayaan masyarakat desa melalui partisipasinya pada kegiatan penanaman 12.000 bibit cabai merah varietas Caplak Pelita F8 bersama Kelompok Tani Milenial dan Universitas Pasir Pengaraian (UPP) di Desa Pambang Baru.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program berkelanjutan "Polbeng Membangun Desa", sebuah program kemitraan yang dirancang untuk mengoptimalkan potensi desa melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pendampingan masyarakat. Program ini telah berjalan sejak 2021 dan secara konsisten mendampingi Kelompok Tani Milenial, mulai dari proses budidaya hingga penguatan strategi pemasaran hasil panen.

Ketua Kelompok Tani Milenial, Abdul Rajak, mengatakan kehadiran Polbeng tidak hanya sebatas mendukung kegiatan penanaman, tetapi juga menghadirkan berbagai inovasi teknologi yang mempermudah proses budidaya.

"Selama pendampingan, Polbeng membantu kami melalui penerapan teknologi seperti sistem Internet of Things (IoT), pagar listrik untuk pengamanan lahan, hingga mesin pengaduk pupuk. Setelah penanaman ini, kami akan melakukan pemeliharaan dan dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan diharapkan sudah memasuki masa panen," ujar Razak, Sabtu 11 Juli 2026.

Ia memperkirakan setiap tanaman mampu menghasilkan sekitar dua kilogram cabai merah, sehingga panen mendatang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal.

Abdul juga berharap kolaborasi bersama Polbeng terus berlanjut sekaligus mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

"Kami berharap semakin banyak anak muda yang tertarik menjadi petani. Selain itu, kami juga berharap Polbeng ke depan dapat membuka program studi pertanian agar mampu melahirkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap membangun sektor pertanian di daerah," katanya. Ia menambahkan, selama ini hasil panen Kelompok Tani Milenial dipasarkan ke sejumlah pasar tradisional, termasuk Pasar Terubuk di Bengkalis.

Sementara itu, Sekretaris Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Polbeng, Labriel Hadi, menjelaskan bahwa pendampingan yang dilakukan Polbeng dirancang secara komprehensif melalui penyediaan Teknologi Tepat Guna (TTG) dan penguatan kapasitas usaha tani.

"Pendampingan yang kami lakukan mencakup berbagai aspek, mulai dari penyediaan teknologi untuk pembajakan lahan, pembangunan saluran irigasi, penerapan sistem IoT, hingga pendampingan dari sisi bisnis. Untuk aspek pemasaran dan pengembangan usaha, dosen-dosen dari Jurusan Administrasi Niaga turut memberikan pembinaan agar kelompok tani memiliki kemampuan mengelola usahanya secara berkelanjutan," jelas Labriel.

Kolaborasi tersebut juga mendapat apresiasi dari Universitas Pasir Pengaraian. Dekan Fakultas Teknik UPP, Purwo Subekti, mengaku terkesan dengan model pendampingan yang dilakukan Polbeng karena mampu mengintegrasikan teknologi dengan kebutuhan nyata masyarakat desa.

"Saya melihat Polbeng tidak hanya memberikan bantuan teknologi, tetapi juga melakukan pendampingan secara berkelanjutan kepada masyarakat. Model seperti ini sangat baik dan dapat menjadi referensi bagi kami dalam mengembangkan program pembinaan desa. Sebagai akademisi di bidang teknik, saya juga memperoleh banyak wawasan mengenai penerapan teknologi yang benar-benar memberikan manfaat bagi sektor pertanian," ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Polbeng kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi vokasi yang tidak hanya berfokus pada pengembangan pendidikan dan teknologi, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Program "Polbeng Membangun Desa" diharapkan terus menjadi jembatan kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dengan masyarakat, sekaligus mendorong lahirnya petani-petani muda yang produktif, inovatif, dan berdaya saing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....