Cegah Banjir BPBD dan DLH Ajak Warga Bersih-bersih

  • 09 Jul 2026 10:04 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Bengkalis dalam beberapa hari terakhir membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkalis meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, genangan air, serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

BPBD mulai melakukan pemantauan secara intensif di sejumlah wilayah yang selama ini menjadi langganan banjir, salah satunya di Kecamatan Siak Kecil.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bengkalis, Rony Afriadi, mengatakan hingga saat ini kondisi di wilayah rawan banjir masih relatif aman meski hujan turun hampir setiap hari.

"Pantauan kita sampai hari ini belum ada peningkatan debit air di Siak Kecil. Daerah yang biasanya rawan masih aman dari banjir," ujar Rony, Kamis, 9 Juli 2026.

Menurutnya, petugas BPBD di setiap kecamatan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan cuaca dan kondisi sungai guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir apabila intensitas hujan meningkat.

Selain Kecamatan Siak Kecil, kawasan Kecamatan Bengkalis juga menjadi daerah yang kerap mengalami genangan saat hujan deras. Namun hingga saat ini belum ditemukan genangan dengan ketinggian yang mengkhawatirkan.

Meski demikian, BPBD mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan, terutama memastikan saluran drainase, parit, dan selokan tidak tersumbat oleh sampah.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke parit atau selokan. Sampah yang menyumbat saluran air dapat menghambat aliran air saat hujan deras dan berpotensi menyebabkan banjir. Kondisi seperti ini sudah beberapa kali terjadi di Bengkalis," jelas Rony.

Di sisi lain, BPBD juga tetap melakukan pemantauan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan mengingat kondisi cuaca yang masih berubah-ubah antara hujan dan panas.

"Sampai hari ini petugas di masing-masing kecamatan juga terus memantau potensi titik api. Hasil pemantauan hingga siang ini belum ditemukan adanya titik api di wilayah Kabupaten Bengkalis," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bengkalis, Agus Susanto, S.T., M.Si, mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke parit dan selokan yang menjadi jalur aliran air.

Menurut Agus, sampah plastik merupakan salah satu penyebab utama tersumbatnya saluran drainase sehingga memicu genangan hingga banjir saat hujan deras.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuang sampah ke selokan maupun parit. Sampah plastik sangat sulit terurai dan sering menjadi penyebab utama tersumbatnya saluran air sehingga mengakibatkan banjir ketika hujan dengan intensitas tinggi," katanya.

Agus menambahkan, DLH Bengkalis secara rutin melakukan pembersihan parit dan drainase di sejumlah titik. Namun upaya tersebut membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat melalui budaya gotong royong.

"Kami terus melakukan pembersihan parit dan selokan secara rutin. Selain itu, kami juga mengajak masyarakat membudayakan kembali gotong royong di lingkungan masing-masing karena langkah ini sangat efektif dalam mencegah terjadinya banjir," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....