Tiga Kampung Nelayan Merah Putih di Bengkalis Masuk Verifikasi KKP

  • 17 Jun 2026 15:58 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Bengkalis terus menunjukkan progres positif. Saat ini, tiga lokasi yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Bengkalis tengah memasuki tahap verifikasi topografi oleh tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis, Mohammad Azmir, saat dikonfirmasi Rabu, 17 Juni 2026 di ruang kerjanya mengatakan bahwa tim verifikasi dari KKP telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap lokasi yang diusulkan.

"Tahapannya saat ini masih dalam proses verifikasi. Tim KKP sudah turun ke lapangan untuk melihat kondisi lokasi secara langsung. Kemarin tim kedua juga sudah melakukan pemeriksaan topografi di tiga lokasi yang diusulkan, yakni Desa Muntai, Desa Deluk dan Desa Meskom," ujar Azmir.

Menurutnya, verifikasi tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi sebelum pembangunan dimulai. Dalam prosesnya, terdapat sejumlah arahan teknis dari KKP terkait penyesuaian titik pembangunan dan akses pendukung yang dibutuhkan.

"Ada beberapa arahan dari KKP, seperti pergeseran titik lokasi yang diajukan dan penyesuaian akses jalan sementara agar tidak mengganggu proses pembangunan nantinya. Semua itu masih dalam tahap kajian teknis," jelasnya.

Azmir menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bengkalis siap membantu menyelesaikan berbagai kebutuhan yang diperlukan agar program strategis tersebut dapat berjalan tanpa hambatan.

"Kami sifatnya menunggu arahan dari KKP. Apa yang bisa dibantu oleh daerah akan segera kami bantu, termasuk persoalan lahan dan administrasi lainnya. Tujuannya agar pelaksanaan pembangunan tidak terkendala," katanya.

Selain tiga lokasi yang sedang diverifikasi, Pemkab Bengkalis juga kembali mengusulkan satu lokasi tambahan di Desa Kuala Alam yang sebelumnya belum masuk dalam daftar usulan tahap awal.

"Kami juga menitipkan satu lokasi lagi di Desa Kuala Alam yang sebelumnya belum masuk dalam SK tahap pertama KKP. Saat tim pengukuran turun ke lapangan, kami akan meminta agar lokasi tersebut ikut diukur dan dipertimbangkan," ungkap Azmir.

Ia menjelaskan, dari lima lokasi yang diusulkan Kabupaten Bengkalis, satu lokasi di Desa Pambang Pesisir telah lebih dahulu memasuki tahap pembangunan. Sementara tiga lokasi lainnya masih menjalani proses verifikasi teknis.

"Yang sudah berjalan pembangunannya baru di Desa Pambang Pesisir. Kemudian tiga lokasi sedang diverifikasi dan satu lokasi lagi masih terus kita perjuangkan agar dapat masuk dalam program ini," jelasnya.

Untuk setiap lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, dibutuhkan lahan sekitar 6.000 meter persegi. Azmir menyebutkan lahan pada tiga desa yang sedang diverifikasi telah tersedia dan siap digunakan apabila proses verifikasi selesai.

"Kami berharap proses verifikasi ini segera selesai dan tidak ada kendala. Kalaupun ada pergeseran lokasi, kami sudah berkoordinasi dengan kepala desa dan tokoh masyarakat untuk menyiapkan alternatif lahan yang diperlukan," katanya.

Azmir menilai keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih akan memberikan dampak besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan. Berbagai fasilitas pendukung akan dibangun untuk memperkuat aktivitas perikanan mulai dari hulu hingga hilir.

"Manfaatnya sangat besar bagi nelayan. Nantinya akan tersedia pabrik es, cold storage, docking kapal, bengkel perbaikan kapal, kantor pengelola, hingga fasilitas pemasaran hasil tangkapan. Selama ini fasilitas seperti cold storage cukup mahal dan sulit dijangkau masyarakat nelayan," terangnya.

Selain itu, pengelolaan kawasan tersebut nantinya akan dilakukan oleh Koperasi Merah Putih bersama kelompok nelayan setempat dengan pendampingan dari KKP dan Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis.

"Kami berharap khusus untuk Desa Pambang Pesisir yang menjadi lokasi pertama, ke depan hasil perikanannya bahkan bisa diekspor secara mandiri karena fasilitas yang dibangun cukup lengkap," harap Azmir.

Sementara itu, Camat Bengkalis Refli Kurniawan menyatakan dukungan penuh terhadap program Kampung Nelayan Merah Putih yang dinilai mampu meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir.

"Kami sangat mendukung program yang dilaksanakan pemerintah pusat melalui Pemerintah Kabupaten Bengkalis ini. Tidak semua desa mendapatkan kesempatan menjadi lokasi Kampung Nelayan Merah Putih, sehingga ini menjadi peluang besar bagi masyarakat nelayan untuk meningkatkan kesejahteraannya," ujar Refli saat dikonfirmasi, Kamis, 17 Juni 2026.

Menurutnya, keberadaan kampung nelayan tersebut akan memudahkan masyarakat memperoleh berbagai fasilitas yang selama ini sulit diakses secara mandiri.

"Semua kebutuhan yang berkaitan dengan aktivitas nelayan akan difasilitasi di sana, baik sarana maupun prasarana. Tentunya ini akan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan nelayan dan ekonomi masyarakat secara umum," katanya.

Terkait kesiapan lahan, Refli menyebutkan bahwa untuk lokasi di Desa Meskom lahan yang diusulkan telah tersedia. Sedangkan untuk Desa Kuala Alam saat ini masih dalam proses penyelesaian administrasi hibah lahan.

"Untuk Meskom lahannya sudah siap. Sedangkan di Kuala Alam saat ini masih dalam proses hibah dan terus diupayakan agar bisa segera tuntas sehingga dapat mendukung program tersebut," pungkasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....