El Nino Super Ancam Karhutla Bengkalis Memburuk

  • 03 Apr 2026 20:42 WIB
  •  Bengkalis

RRI.CO.ID, Bengkalis - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bengkalis diprediksi kian memburuk seiring potensi munculnya fenomena iklim ekstrem El Nino Super. Peringatan ini disampaikan Guru Besar IPB University bidang perlindungan hutan, Prof. Bambang Hero Taharjo.

Bambang menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung lokasi karhutla di Desa Sekodi, Kecamatan Bengkalis, bersama Kapolda Riau Irjen Pol Heri Heriawan dan Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, Jumat, 3 April 2026.

Menurutnya, kondisi yang terjadi saat ini merupakan bagian dari prediksi ilmiah dampak perubahan iklim global yang telah lama diperingatkan para ahli. Ia mengungkapkan, peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik hingga sekitar 2,7 derajat Celsius menjadi indikator kuat munculnya El Nino kategori ekstrem.

“Ini bukan lagi sekadar prediksi, tapi sudah mulai menjadi kenyataan. Dampaknya bisa menyerupai kebakaran hutan besar tahun 1997–1998 yang meluas hingga jutaan hektare,” ujar Bambang.

Ia menjelaskan, fenomena El Nino menyebabkan kondisi lahan menjadi lebih kering dan sangat rentan terbakar. Jika tidak diantisipasi sejak dini, api dapat dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan.

Dalam peninjauan tersebut, Bambang juga menyoroti mulai turunnya tinggi muka air di kanal dan parit yang mendekati batas kritis, sebagai indikator awal meningkatnya potensi kebakaran.

“Penurunan muka air ini menjadi tanda bahaya. Jika tidak segera ditangani, potensi karhutla akan semakin besar,” jelasnya.

Selain ancaman kebakaran, Bambang turut mengingatkan bahaya asap karhutla yang kerap dianggap sepele oleh masyarakat. Ia menegaskan bahwa asap mengandung berbagai zat beracun yang berbahaya bagi kesehatan.

“Jangan hanya melihat asap sebagai gangguan biasa. Di dalamnya terdapat gas beracun seperti hidrogen sianida yang bisa berdampak serius, bahkan mematikan,” tegasnya.

Ia pun menekankan pentingnya langkah cepat dan kolaboratif dari semua pihak, termasuk masyarakat, dalam mencegah meluasnya kebakaran.

“Tindakan paling penting adalah deteksi dini dan respon cepat. Begitu ada indikasi kebakaran, segera laporkan. Ini tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Heri Heriawan menegaskan komitmen jajarannya dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla melalui patroli intensif serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.

“Kami terus meningkatkan patroli dan tidak akan ragu menindak tegas pelaku pembakaran lahan. Pencegahan menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman karhutla tahun ini,” tegas Kapolda.

Peninjauan ini menjadi bagian dari langkah antisipatif menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi dalam beberapa bulan ke depan, seiring meningkatnya risiko karhutla di wilayah Riau, khususnya Kabupaten Bengkalis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....