Lapas Bengkalis Tuntaskan Penetasan Telur Mandiri
- 21 Feb 2026 19:20 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Bengkalis - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis kembali menunjukkan komitmennya terhadap ketahanan pangan nasional dengan sukses menuntaskan penetasan 200 ekor anak ayam secara mandiri. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 21 Februari 2026, ini merupakan bagian dari Bimbingan Kemandirian Peternakan yang melibatkan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terampil di area asimilasi Lapas Bengkalis.
Program ini mendukung implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, yang salah satunya menekankan ketahanan pangan nasional. Untuk mendukung pencapaian tersebut, Lapas Bengkalis memanfaatkan mesin inkubator teknologi tepat guna guna memastikan ketersediaan protein hewani internal dan membekali warga binaan dengan keterampilan praktis di bidang peternakan.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan bahwa program ini bukan hanya sekadar pengisi waktu bagi WBP, tetapi juga sebagai upaya nyata mendukung ketahanan pangan di tingkat institusi.
“Kami berkomitmen untuk tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga turut berkontribusi bagi negara dalam menciptakan ketahanan pangan dengan memproduksi sumber pangan sendiri, sesuai dengan arahan Presiden,” tegas Priyo.
Program penetasan telur mandiri di Lapas Bengkalis berhasil menghasilkan 200 ekor anak ayam per siklus. Hasil tersebut tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan internal, tetapi juga berpotensi untuk didistribusikan ke pasar lokal atau mitra binaan di Kabupaten Bengkalis.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa transformasi fungsi Lapas sebagai pusat produksi dapat berdampak positif bagi ketahanan pangan daerah. Dengan dukungan teknologi inkubasi dan semangat kerja WBP, Priyo berharap program ini dapat berkembang dan terus berlanjut, serta menjadi contoh bagi Lapas lainnya.
Priyo juga menambahkan, “Keberhasilan ini harus menjadi pemicu bagi WBP untuk berinovasi lebih lanjut, tidak hanya di bidang peternakan, tetapi juga dalam sektor agribisnis lainnya. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, kami ingin memastikan mereka memiliki keahlian yang dapat digunakan saat kembali ke masyarakat,” kata kalapas.
Dengan pencapaian ini, Lapas Kelas IIA Bengkalis berkomitmen untuk terus membangun WBP yang tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga siap menjadi agen perubahan di lingkungan mereka setelah menjalani masa pidana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....