BMKG: Cuaca Lebaran 2026 Cenderung Kondusif, Pemudik Diminta Waspada
- 20 Mar 2026 16:23 WIB
- Bengkalis
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani meninjau kesiapan posko pelayanan mudik Lebaran, Rabu 18 Maret 2026. Peninjauan difokuskan pada dua titik strategis, yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok, guna memastikan kesiapan layanan serta keakuratan informasi cuaca bagi para pemudik.
Kegiatan diawali di Stasiun Meteorologi Soekarno-Hatta dengan mengecek kesiapan Alat Operasional Utama (Aloptama) yang akan bekerja intensif selama periode angkutan Lebaran. Selanjutnya, rombongan meninjau Posko Angkutan Lebaran di Terminal 1 dan Terminal 3 untuk memantau situasi penerbangan serta pelayanan informasi kepada masyarakat.
Peninjauan ini turut dihadiri Wakil Menteri Perhubungan Suntana dan Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto, bersama jajaran PT Angkasa Pura Indonesia.
| Baca juga: Tiket Online Roro Bengkalis Dipuji Pengguna |
Dalam kunjungan tersebut, Suntana menekankan pentingnya integrasi layanan dalam mendukung kelancaran mudik. Ia menyebut bahwa pelayanan transportasi harus responsif, terintegrasi, serta mampu menyelesaikan berbagai persoalan secara cepat dan tepat. “Pelayanan publik, khususnya transportasi, harus berjalan dengan baik dan terintegrasi sehingga mampu merespons dengan cepat serta memberikan solusi bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa kondisi cuaca di wilayah Bandara Soekarno-Hatta hingga akhir Maret diperkirakan relatif kondusif untuk penerbangan. “Secara umum hingga tanggal 30, cuaca terpantau cukup baik, dengan kondisi berawan dan hujan ringan,” jelasnya.
Meski demikian, BMKG mengingatkan adanya potensi gangguan atmosfer di wilayah lain, seperti kemunculan Siklon Nuri di utara Papua dan bibit siklon di selatan Papua yang dapat memengaruhi pergerakan massa udara secara luas.
Selain sektor transportasi udara, pengecekan juga dilakukan di Pelabuhan Tanjung Priok guna memastikan keselamatan dan kenyamanan pelayaran selama arus mudik. Dalam kunjungan tersebut, Purwadi Arianto mengapresiasi kinerja petugas dan mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik yang responsif dan terintegrasi.
BMKG juga memaparkan sistem pemantauan cuaca maritim yang dilakukan secara berkelanjutan, mencakup pengukuran tinggi gelombang, kecepatan arus, hingga kecepatan angin. Untuk meningkatkan akurasi, peralatan monitoring cuaca otomatis telah dipasang di sejumlah armada kapal dan terintegrasi dengan sistem informasi di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). “Kami terus bersiaga memantau kondisi maritim. Di beberapa kapal juga kami memasang alat untuk memantau pergerakan kapal dan cuaca sepanjang perjalanan,” tegas Faisal.
Sebagai bentuk dukungan tambahan, pemerintah juga meningkatkan stimulus ekonomi dengan menaikkan diskon tiket kapal dari 20 persen menjadi 30 persen guna meringankan beban masyarakat selama mudik.
Melalui penguatan sistem observasi dan integrasi data di titik-titik strategis, BMKG berkomitmen mendukung kelancaran mudik Lebaran 2026 agar berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....