Pemprov Sultra Bakal Lanjutkan Perbaikan Jalan Rusak Berat di Buton Utara 2026

  • 13 Mar 2026 05:40 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Buton Utara – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memastikan akan melanjutkan pembangunan dan peningkatan ruas jalan yang mengalami kerusakan berat di Kabupaten Buton Utara (Butur) pada tahun 2026.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, saat melaksanakan Safari Ramadan di Masjid At-Taqwa Kulisusu, Kecamatan Kulisusu, Kamis, 12 Maret 2026. Pemprov Sultra terus mendorong pembangunan infrastruktur jalan untuk membuka akses wilayah serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di daerah kepulauan tersebut.

Pada tahun 2025, Pemprov Sultra telah melakukan peningkatan jalan pada ruas Lambale–Ereke, Simpang 3 Bubu–Ronta, serta Ronta–Lambale dengan total panjang mencapai 16,42 kilometer. Program tersebut akan dilanjutkan pada 2026 melalui peningkatan ruas Lambale–Ereke sepanjang sekitar 5 kilometer.

“Saya membangun jalan penghubung karena saya melihat Kabupaten Buton Utara memiliki potensi besar, baik di sektor perikanan maupun pertanian. Namun potensi itu selama ini masih berputar di lingkup daerah sehingga belum berkembang secara optimal,” kata Gubernur.

Menurutnya, kualitas hasil pertanian dan kekayaan sumber daya perikanan Buton Utara memiliki peluang besar untuk berkembang lebih luas bahkan menembus pasar ekspor jika didukung akses transportasi dan infrastruktur yang memadai.

Dalam rangkaian Safari Ramadan tersebut, gubernur juga menyerahkan bantuan Pasang Baru Listrik (PBL) kepada 224 rumah tangga tidak mampu di Buton Utara. Selain itu, ia turut menyalurkan bantuan pribadi berupa 150 paket sembako kepada masyarakat.

Selain agenda Safari Ramadan, gubernur juga meninjau program Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Malalanda, Kecamatan Kulisusu. Kawasan ini menjadi salah satu dari enam lokasi revitalisasi kampung nelayan di Sulawesi Tenggara pada periode 2025–2026.

“Ke depan kita akan membangun dan memperbaiki fasilitas di sekitar kampung nelayan, mulai dari infrastruktur jalan, sanitasi, hingga penataan lingkungan permukiman. Tujuannya agar masyarakat pesisir memiliki tempat tinggal yang layak dan aktivitas ekonomi mereka bisa berjalan lebih baik,” ujarnya.

Selain peningkatan infrastruktur, pemerintah juga merencanakan pembangunan rumah bagi masyarakat nelayan agar kawasan permukiman menjadi lebih layak, tertata, dan sehat.

Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan pembangunan kawasan pesisir tersebut dilakukan untuk memperlancar distribusi hasil tangkapan nelayan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat agar kampung nelayan dapat berkembang menjadi kawasan pesisir yang produktif dan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita