Menteri Kebudayaan Tunda Berkunjung ke Baubau, Malona Qunua Terus Dipersiapkan

  • 04 Mar 2026 01:37 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau - Kunjungan kerja Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon ke Kota Baubau resmi ditunda. Meski begitu Pemerintah Kota Baubau memastikan seluruh agenda budaya, termasuk prosesi ritual Malona Qunua di Masjid Agung Keraton Wolio, tetap berjalan sesuai jadwal.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, sebelumnya dijadwalkan tiba di Baubau pada Kamis, 5 Maret 2026 untuk menghadiri sejumlah agenda kebudayaan, termasuk ritual Malona Qunua atau malam Qunut di Masjid Agung Keraton Wolio yang digelar Kamis malam hingga Jumat dini hari.

Kepastian penundaan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darus Salam, usai memimpin rapat persiapan kunjungan di ruang rapat Sekda, Selasa 3 Maret 2026. Ia menjelaskan, penjadwalan ulang dilakukan karena adanya agenda kenegaraan yang harus dihadiri Menteri Kebudayaan.

“Penundaan ini berkaitan dengan kesibukan beliau dan adanya instruksi Presiden untuk mengikuti rapat bersama para Menteri Kabinet terkait situasi nasional saat ini,” ujar Sekda.

Meski demikian lanjut Sekda, kunjungan Menteri Kebudayaan ke Baubau bukan dibatalkan, melainkan dijadwalkan ulang pada 24 Maret 2026 mendatang, setelah Idulfitri. Pemerintah Kota Baubau pun tetap melanjutkan sejumlah persiapan dan melakukan penyesuaian agenda untuk memastikan kunjungan tersebut berjalan optimal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Baubau, Idrus Taufik Saidi, menegaskan ritual Malona Qunua di Masjid Agung Keraton Wolio tetap dilaksanakan sesuai jadwal. Prosesi sakral yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat Wolio tersebut akan berlangsung Kamis malam hingga Jumat dini hari.

“Seluruh persiapan sudah kami lakukan, termasuk penyediaan talang untuk sahur bersama para tamu yang hadir pada prosesi Malona Qunua,” jelasnya.

Dengan tetap dilaksanakannya ritual Malona Qunua, Pemkot Baubau menunjukkan komitmen menjaga keberlanjutan tradisi budaya daerah, sekaligus memastikan agenda kunjungan Menteri Kebudayaan nantinya tetap memiliki makna strategis dalam penguatan identitas dan promosi kebudayaan lokal

Rekomendasi Berita