Milad ke 20 Alumni SMAN 2 Raha 2005 Penuh Arti
- 01 Jun 2025 13:01 WIB
- Baubau
KBRN, Muna: Sabtu malam (31/5/2025), langit di atas Pendopo Arena Dayung, Kabupaten Muna, seakan ikut merayakan. Ratusan wajah penuh senyum, tawa lepas, dan peluk hangat menyatu dalam satu suasana nostalgia. Di sinilah, Keluarga Besar Alumni SMA Negeri 2 Raha angkatan 2005 menggelar perayaan Milad ke-20, sebuah penanda perjalanan dua dekade yang tak sekadar dirayakan, tapi dimaknai dalam harmoni dan keberlanjutan.
Dengan mengusung tema “Harmoni dan Keberlanjutan”, perayaan Milad ini menjadi lebih dari sekadar temu kangen. Ia menjelma menjadi ruang bersama yang merekatkan kembali benang-benang persaudaraan, sekaligus menjadi jembatan kontribusi sosial bagi masyarakat sekitar.
Puncak acara yang digelar Sabtu malam menjadi magnet yang menarik para alumni beserta keluarga dari berbagai penjuru. Gelak tawa dan cerita lama kembali mengalir di antara mereka yang pernah berbagi seragam dan bangku sekolah dua dekade silam.
Namun, sejak awal Mei, gaung Milad ini sudah terasa. Panitia menggagas serangkaian kegiatan sosial yang menyentuh mulai dari pembagian sembako, sunat massal, dan donor darah. Sebuah aksi nyata yang menunjukkan bahwa solidaritas alumni bukan hanya untuk internal, tetapi juga menjangkau masyarakat luas.
Tak hanya aksi sosial, semarak juga tercermin dari berbagai pertandingan olahraga yang digelar. Futsal, badminton, domino, hingga catur mempertemukan semangat kompetitif dengan nuansa kekeluargaan.
Yang paling menyita perhatian tentu saja turnamen catur. Tak tanggung-tanggung, hadir Warda Aulia, Grand Master Wanita termuda Indonesia, serta Astuti Stefanie, seorang FIDE Arbiter Internasional. Kehadiran dua tokoh ini memberikan warna tersendiri, membuktikan bahwa reuni bisa menjadi panggung inspiratif bagi generasi muda.
Di balik kesuksesan acara, ada semangat yang konsisten dijaga. Ketua Alumni 2005, La Ode Hamridin, dalam sambutannya menegaskan bahwa Milad ini bukan hanya ajang mengenang masa lalu, melainkan juga perwujudan kontribusi nyata dan kebersamaan yang tidak pudar oleh waktu.
“Seluruh rangkaian acara ini dapat terlaksana dengan sukses berkat kekompakan panitia dan partisipasi aktif seluruh alumni. Dua dekade bukan waktu yang singkat, dan kami bangga bahwa tali silaturahmi tetap terjaga erat hingga saat ini,”ujarnya.
Satu kalimat yang terus bergema dalam setiap rangkaian acara adalah slogan khas alumni ini “Tanpamu Kurang Satu.” Slogan sederhana namun penuh makna, menjadi simbol betapa setiap individu dalam angkatan ini memiliki tempat, arti, dan peran yang tak tergantikan.
Perayaan 20 tahun ini bukan akhir, tapi justru titik lanjut dari perjalanan yang lebih panjang. Dalam semangat kebersamaan yang terus menyala, para alumni membuktikan bahwa waktu boleh berjalan, tapi ikatan tak pernah lekang.
Milad ke-20 ini menjadi bukti bahwa reuni bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga membangun masa depan bersama, untuk masyarakat, dan untuk almamater sekolah tercinta.