Pemkot Baubau Seriusi Relokasi Pasar Wameo
- 18 Feb 2026 06:54 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau – Pemerintah Kota Baubau menseriusi penataan estetika kota melalui langkah relokasi dan penataan ulang Pasar Wameo. Upaya ini dilakukan untuk mengurai kesemrawutan sekaligus meningkatkan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Baubau, Suarmawati, mengungkapkan bahwa persiapan penataan dan relokasi Pasar Wameo telah dilakukan sejak Rabu 11 Februari 2026 .
Puncaknya, Yusran Fahim bersama Wakil Wali Kota Baubau Wa Ode Hamsinah Bolu, Sekda Kota Baubau La Ode Darus Salam, serta jajaran kepala OPD meninjau langsung kondisi lapangan pada Minggu 16 Februari. Peninjauan tersebut menjadi langkah awal persiapan relokasi pedagang dari luar daerah yang kerap menggelar pasar tumpah.
Menurut Suarmawati, penataan Pasar Wameo menyasar sejumlah poin krusial yang selama ini menjadi penyebab kemacetan dan ketidakteraturan di kawasan pasar. Salah satunya relokasi pedagang pasar tumpah yang berjualan di bahu jalan agar tidak lagi mengganggu arus lalu lintas.
Selain itu, optimalisasi los juga menjadi perhatian. Berdasarkan hasil diskusi dengan pemerintah, para pedagang sepakat untuk kembali menempati los-los yang telah dimiliki sebelumnya.
Lebih lanjut disepakati bahwa aktivitas bongkar muat barang hanya diperbolehkan hingga pukul 07.00 WITA. Setelah itu, area parkir wajib dikosongkan dari aktivitas jual beli di atas kendaraan.
“Para pedagang mobil bahkan sudah menandatangani pakta integritas bersama petugas parkir sebagai bentuk komitmen untuk menjaga ketertiban di Pasar Wameo,” ujar Suarmawati dalam keterangan persnya, Selasa 17 Februari 2026.
Meski persiapan dinilai matang, Pemkot Baubau memutuskan melakukan penyesuaian jadwal relokasi. Rencana awal yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, kini dijadwalkan ulang pada Senin, 23 Maret 2026 atau pasca Idul Fitri.
Penundaan tersebut diambil dengan pertimbangan menjaga stabilitas ekonomi menjelang Ramadan.
“Kami khawatir jika dilakukan relokasi besar-besaran saat ini, akan terjadi lonjakan harga akibat gangguan distribusi. Kami ingin memastikan Ramadan berjalan kondusif sambil terus melakukan sosialisasi yang matang kepada pedagang,” imbuhnya.
Suarmawati menambahkan, penataan dan relokasi Pasar Wameo merupakan langkah awal. Pemerintah Kota Baubau berkomitmen untuk menduplikasi pola penataan tersebut ke pasar-pasar lain di wilayah Kota Baubau guna mewujudkan tata kota yang lebih tertib dan nyaman.