Pemkot Baubau Segera Bangun Pasar Sulaa di Topa Pesisir
- 26 Feb 2026 12:11 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Pemerintah Kota Baubau mematangkan rencana pembangunan Pasar Sulaa di Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari, sebagai respons atas kebutuhan masyarakat pesisir sekaligus langkah strategis pemerataan pusat perdagangan. Pembangunan pasar Sulaa dipastikan dimulai tahun ini.
Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, menegaskan pembangunan pasar tersebut menjadi bagian dari upaya mengurai kepadatan aktivitas jual beli di Pasar Wameo dan mendekatkan akses layanan ekonomi bagi warga Sulaa dan sekitarnya. Hal itu disampaikan saat meninjau langsung lokasi rencana pembangunan di kawasan Topa Pantai, Kamis, 26 Februari 2026.
Di damping Tim Ahli, sejumlah Kepala OPD teknis, Camat dan Lurah, Yusran Fahim menyebutkan ecara kondisi pasar ini mungkin belum tergolong sangat mendesak, namun dalam perspektif jangka panjang keberadaannya penting untuk mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi dan penataan kawasan pesisir.
“Kehadiran pasar ini sangat dibutuhkan masyarakat. Kita ingin aktivitas perdagangan tidak lagi terpusat di satu titik. Ke depan juga akan kita tata, termasuk kemungkinan pelebaran kawasan dan reklamasi, tentu disesuaikan dengan kemampuan anggaran,” ujarnya.
Ia mengakui anggaran awal telah disiapkan, namun setelah dilakukan perhitungan ulang di lapangan, kebutuhan pembiayaan dinilai masih kurang sehingga pembangunan kemungkinan dilakukan secara bertahap. Penataan juga akan mencakup area tambatan perahu nelayan agar proses bongkar muat hasil tangkapan bisa lebih tertib dan efisien.
“Ukuran pasarnya 100 X 100 meter sehingga kemungkinan kita akan lakukan rekmasi. Kita harapkan kepadatan di Pasar Wameo akan terpecah, paling tidak masyarakat dari Kadatua, Batauga, Sampolawa dan warga sekitar sini tidak lagi ke Wameo,” bebernya.

Sementara itu, Lurah Sulaa, Yusri Syarifudin, menegaskan bahwa pembangunan Pasar Sulaa merupakan aspirasi langsung masyarakat yang telah disuarakan sejak lama dan kembali dimasukkan dalam Musrenbang kelurahan awal tahun ini.
Ia menyebutkan, salah satu keluhan utama warga adalah tingginya biaya transportasi untuk berbelanja ke Pasar Wameo. Dengan jarak yang cukup jauh, warga harus mengeluarkan ongkos ojek pulang-pergi yang hampir menghabiskan uang belanja mereka.
“Keluhan ibu-ibu itu, kalau pegang uang Rp50 ribu, ongkos ojek bisa Rp40 ribu pulang-pergi. Sisa Rp10 ribu, mereka bilang cuma bisa beli asam dan garam. Karena itu mereka sangat menginginkan pasar di sini,” jelasnya.
Lokasi yang diusulkan berada di kawasan Topa Pantai, RT 001 RW 002, yang sebelumnya juga pernah menjadi titik aktivitas jual beli. Selain mendekatkan akses ekonomi, kehadiran pasar juga diharapkan dapat menertibkan pedagang ikan dan sayur yang selama ini berjualan di sepanjang jalan poros penghubung Kota Baubau dan Kabupaten Buton Selatan.
Menurut Yusri, perkembangan wilayah Sulaa dalam beberapa tahun terakhir cukup pesat karena menjadi salah satu jalur strategis penghubung antarwilayah. Karena itu, keberadaan pasar dinilai akan semakin memperkuat peran Sulaa sebagai simpul pertumbuhan ekonomi baru.
Pemerintah kota optimis pembangunan Pasar Sulaa dapat direalisasikan secara bertahap sesuai kapasitas fiskal daerah, dengan tetap mengedepankan penataan kawasan, akses nelayan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.