Pemkot Baubau Siapkan Penertiban Pasar Wameo

  • 13 Feb 2026 08:29 WIB
  •  Baubau

RRI.CO.ID, Baubau – Pemerintah Kota Baubau tengah mempersiapkan langkah strategis dalam menata estetika kota sekaligus meningkatkan kenyamanan kawasan pusat perbelanjaan.

Wakil Wali Kota Baubau Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, memimpin rapat koordinasi lintas sektor terkait rencana penertiban dan pengalihan aktivitas pasar di kawasan Pasar Wameo menuju Terminal Warumusio di aula rapat lantai II Kantor Wali Kota, Kamis 12 Februari 2026.

Dalam arahannya, Wakil Wali Kota menegaskan kebijakan tersebut merupakan bagian dari rencana besar revitalisasi Pasar Wameo agar mampu “naik kelas” menjadi pasar yang bersih, tertata, dan representatif.

“Pasar Wameo harus naik kelas. Kita ingin mewujudkan pasar yang bersih, di mana Terminal Warumusio akan difungsikan sebagai pasar penunjang. Jika ini sukses, ini adalah kemenangan besar bagi Kota Baubau,” tegas Wa Ode Hamsinah Bolu.

Langkah ini diambil mengingat tingginya mobilitas masyarakat yang berbelanja setiap hari di kawasan tersebut. Pemerintah Kota Baubau bertekad mengubah kesan semrawut menjadi kawasan yang lebih tertata. Terminal Warumusio pun diproyeksikan menjadi pusat grosir dan retail penyangga aktivitas Pasar Wameo.

Terkait status lahan Terminal Warumusio yang merupakan aset Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Wakil Wali Kota mengungkapkan bahwa komunikasi intensif telah dilakukan. Pemkot Baubau bahkan telah menyampaikan surat resmi dan memperoleh dukungan dari Gubernur Sultra untuk memanfaatkan area terminal tersebut.

“Prinsipnya Pak Gubernur mendukung. Apapun aset provinsi yang tidak dimanfaatkan, silakan digunakan oleh Kota Baubau sepanjang tidak mengganggu fungsi utama terminal. Hal ini justru akan meningkatkan PAD provinsi melalui sektor perparkiran,” ungkapnya.

Meski demikian, Pemkot Baubau menekankan pentingnya pendekatan persuasif dalam pelaksanaan kebijakan ini. Wakil Wali Kota mengingatkan seluruh jajaran, mulai dari Satpol PP, Dinas PU, hingga Camat dan Lurah, untuk mengedepankan komunikasi yang baik kepada masyarakat.

“Meskipun pilihan di atas kertas tidak selalu ideal, kita harus terus bergerak. Jika dari sepuluh masalah, tiga saja bisa terpecahkan, itu sudah kemajuan. Yang penting kita kompak demi pelayanan terbaik bagi masyarakat Baubau,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Suarmawati, menjelaskan aksi lapangan penataan Pasar Wameo akan dilaksanakan pada 14 hingga 16 Maret 2026. Sebelum pelaksanaan, Dinas Perhubungan akan melakukan sosialisasi masif kepada sopir mobil yang selama ini berjualan di bahu jalan.

“Harapan kami, tidak ada lagi yang menjual di luar lapak dan kios. Kami sudah melakukan pendataan. Setelah relokasi mobil-mobil dilakukan, pedagang harus masuk ke lapak yang telah disediakan,” jelas Suarmawati.

Selain penataan lapak, sejumlah langkah teknis juga disiapkan. Dinas Lingkungan Hidup bersama Pemadam Kebakaran akan melakukan pembersihan dan penyiraman pasar guna menciptakan kondisi yang bersih dan steril menyambut bulan suci Ramadan.

Dinas Perhubungan juga akan menambah lampu jalan di area luar Pasar Wameo guna memastikan kawasan tersebut terang dan aman.

Tak hanya itu, sebanyak 30 pedagang buah dari Lembah Hijau akan direlokasi ke Pasar Wameo melalui sistem undian (lot) untuk menjamin keadilan dalam penempatan lapak.

Dengan rangkaian langkah ini, Pemerintah Kota Baubau berharap wajah baru Pasar Wameo dapat segera terwujud, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara lebih tertib dan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita