Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Murhum Baubau Masih Normal
- 11 Mar 2026 20:08 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - Arus mudik di Pelabuhan Murhum Baubau hingga H-9 Lebaran Idul Fitri 1447/2026 Masehi masih terpantau normal. Jumlah penumpang yang berangkat belum menunjukkan lonjakan signifikan seperti periode yang sama tahun lalu.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Baubau, Taher Laitupa mengatakan, jumlah penumpang pada H-9 Lebaran tahun ini tercatat sekitar 1.800 orang. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang sudah mencapai lebih dari 2.000 penumpang.
“Kalau dibandingkan dengan H-9 tahun lalu, memang ada penurunan. Tahun lalu sudah lebih dari 2.000 penumpang, sementara sekarang sekitar 1.800,”kata Taher, Rabu 11 Maret 2026.
Meski demikian, menurut Taher, kondisi tersebut belum bisa menjadi gambaran penuh arus mudik Lebaran tahun ini. Karena, posko angkutan Lebaran belum resmi dibuka. Posko angkutan Lebaran di Pelabuhan Murhum Baubau dijadwalkan mulai beroperasi pada 13 Maret dan akan berlangsung hingga 30 Maret 2026.
Taher menegaskan, keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama selama angkutan Lebaran. Pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap kapal yang tidak memenuhi standar kelayakan.
“Kalau kapal dianggap tidak layak beroperasi, maka tidak akan diizinkan berlayar karena mayoraitas di sini kapal rakyat. Keselamatan pelayaran tidak ada tawar-menawar,”ujarnya.
Ia juga menekankan, pentingnya kolaborasi semua pihak dalam memastikan kelancaran angkutan Lebaran. Tanggung jawab keselamatan tidak hanya berada di satu institusi.
Menurutnya, pihak operator kapal, TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga instansi terkait harus bekerja bersama menangani berbagai potensi masalah selama arus mudik.
Selain faktor keselamatan kapal, kondisi cuaca juga menjadi perhatian utama. Jika tinggi gelombang mencapai lebih dari dua meter, kapal tidak diperbolehkan berlayar.
"Kalau misalnya BMKG merilis tinggi gelombang di atas dua meter, otomatis kita tidak perbolehkan berangkat karena mayoritas di sini kapal rakyat. Tidak ada tawar menawar,"tegasnya.
Taher mengungkapkan, penundaan keberangkatan kapal sempat terjadi beberapa hari lalu akibat gelombang tinggi. Kapal dengan tujuan Kabupaten Bombana terpaksa ditunda keberangkatannya demi keselamatan pelayaran.
Di sisi lain Taher mengatakan, pemerintah menyiapkan sejumlah program untuk mendukung kelancaran mudik. Salah satunya diskon tiket kapal sebesar 30 persen dari pemerintah melalui PELNI.
Selain itu, tersedia juga program mudik gratis menggunakan kapal cepat rute Baubau-Kendari dengan kuota sekitar 1.600 penumpang. Taher mengimbau masyarakat yang ingin memanfaatkan program tersebut agar segera melakukan pendaftaran sebelum kuota terpenuhi.