PELNI Tambah Dua Kapal di Pelabuhan Baubau Hadapi Angleb
- 23 Feb 2026 18:54 WIB
- Baubau
RRI.CO.ID, Baubau - PT PELNI (Persero) menambah dua armada kapal untuk melayani angkutan Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi di Pelabuhan Murhum Baubau. Dua kapal tambahan yaitu KM Gunung Dempo dan KM Bukit Siguntang.
Kini total 13 kapal disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di Pelabuhan Murhum. Sebelumnya hanya 11 kapal, meliputi KM Dobonsolo, KM Ciremai, KM Tidar, KM Lambelu, KM Sinabung, KM Dorolonda, KM Sirimau, KM Labobar, KM Leuser, KM Nggapulu dan KM Tilongkabila.
Kepala Cabang PT PELNI Baubau, Djasman menyebut, penambahan kapal ini karena tingginya jumlah penumpang. Volume penumpang di Baubau dinilai hampir setara dengan pelabuhan kelas 1 di Indonesia.
"Jadi untuk mengantisipasi angkutan lebaran, PELNI menyiapkan 13 kapal di Pelabuhan Baubau. Ada dua tambahan yakni KM Gunung Dempo dan KM Bukit Siguntang,"ungkap Djasman, Senin 23 Februari 2026.
Saat ini kata Djasman, di hari kelima Ramadan, peningkatan penumpang mulai terlihat di Pelabuhan Murhum. Lonjakan didominasi arus kedatangan ke Baubau.
Secara nasional, PELNI memproyeksikan jumlah penumpang pada Angkutan Lebaran 2026 mencapai lebih dari 450 ribu orang. Realisasi penumpang ini kata Djasman, biasanya melampaui kuota awal yang ditetapkan.
Terkait pemesanan tiket, Djasman mengimbau calon penumpang melakukan pembelian lebih awal. Tiket sebaiknya dibeli melalui chanel resmi seperti aplikasi PELNI Mobile, loket kantor cabang, website PELNI hingga berbagai kanal perbankan dan retail.
"Penumpang juga disarankan memesan tiket pulang-pergi sekaligus. Cara ini dinilai lebih praktis dan memudahkan saat arus balik nanti,"tutur Djasman.
Ia memastikan seluruh kapal dalam kondisi siap operasi. Tidak ada lagi kapal yang menjalani docking.
Menurutnya, pergerakan penumpang biasanya sudah terjadi sejak sebelum Ramadan. Karena itu, PELNI telah menyiapkan armada jauh hari untuk mengantisipasi lonjakan sebelum puncak arus mudik.
Djasman mengatakan, PELNI juga berkomitmen menjaga ketepatan waktu kedatangan dan keberangkatan kapal atau On Time Performance. Meski diakui, faktor cuaca menjadi satu-satunya tantangan yang bisa memicu keterlambatan jadwal kapal.
“Tapi untuk akhir-akhir ini kapal tepat waktu semua tibanya,”tutup Djasman.