Wisata Pandeglang Masih Sepi Meski Anak Krakatau Tak Lagi Erupsi
- 05 Okt 2026 15:07 WIB
- Banten
Poin Utama
- Erupsi Gunung Anak Krakatau pada awal September 2026 menyebabkan dampak berkelanjutan pada industri pariwisata di pesisir Selat Sunda, khususnya Kabupaten Pandeglang.
- Tingkat hunian hotel dan penginapan di Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Tanjung Lesung terjun drastis hingga hanya 10 persen pada awal Oktober 2026, menunjukkan belum adanya tanda pemulihan.
- Meskipun otoritas resmi telah menyatakan bahwa letusan dan hujan abu vulkanik telah berakhir pertengahan September, wisatawan masih enggan berkunjung ke kawasan pantai Banten.
RRI.CO.ID, Pandeglang - Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) pada awal September 2026 masih membayangi industri pariwisata di pesisir Selat Sunda. Kunjungan wisatawan ke kawasan pantai Banten, khususnya Kabupaten Pandeglang, belum menunjukkan tanda-tanda pulih meski otoritas resmi menyatakan letusan dan hujan abu vulkanik telah berakhir pertengahan bulan lalu.
Pantauan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung pada akhir pekan (3–4 Oktober 2026) menunjukkan suasana yang terbilang lengang. Tingkat hunian (okupansi) hotel dan penginapan terpuruk hingga tersisa sekitar 10 persen.
Padahal dalam kondisi normal, tingkat keterisian kamar di kawasan wisata favorit ini rutin menyentuh angka 70 hingga 90 persen tiap akhir pekan.
General Manager Hospitality PT Banten West Jawa, selaku pengelola KEK Tanjung Lesung, Hendro Wahyono membeberkan, penurunan drastis ini telah berlangsung selama hampir satu bulan sejak letusan pertama GAK terjadi.
"Padahal kawasan Panimbang sampai Sumur sama sekali tidak terdampak hujan abu, mungkin karena arah anginnya beda. Tapi sepertinya wisatawan masih khawatir dan trauma, apalagi Tanjung Lesung pernah diterjang tsunami pada 2018 lalu," kata Hendro, Minggu, 4 Oktober 2026.
Hendro mengakui, penurunan omzet ini memukul pendapatan pengelola yang tengah gencar melakukan pembenahan fasilitas. Guna memulihkan kepercayaan publik, pihak pengelola kini memperluas jangkauan promosi, termasuk menggaet turis mancanegara, sembari mengharapkan intervensi nyata dari pemerintah daerah maupun pusat.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang PSDP & Ekraf Disparbud Kabupaten Pandeglang, Mia Maulani Rizki menyatakan, Pemkab Pandeglang bersama Dinas Pariwisata Banten terus menggalakkan kampanye edukasi dan promosi untuk meyakinkan publik bahwa destinasi wisata Banten aman dikunjungi.
"Langkah pemulihan terus kita upayakan bersama. Semoga lewat promosi masif dan sinergi bersama pengelola destinasi, angka kunjungan wisatawan di Pandeglang bisa segera bangkit," ucap Mia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....