Festival Murak Kadu Jadi Ajang Kenalkan Durian Lebak

  • 19 Sep 2026 18:12 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Kabupaten Lebak akan menggelar Festival Murak Kadu pada 26 September hingga 4 Oktober 2026 di Alun-Alun Rangkasbitung. Kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan musim durian yang tengah berlangsung di wilayah Kabupaten Lebak.

Festival yang mengusung nama Murak Kadu, yang dalam bahasa Sunda berarti makan durian, tidak hanya menghadirkan kegiatan makan durian bersama. Panitia menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan yang diharapkan dapat menarik masyarakat dan wisatawan untuk datang ke Lebak.

Ketua Panitia Festival Murak Kadu, Moch. Aldi, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memperkenalkan keberagaman jenis durian yang tumbuh di Kabupaten Lebak. Durian Lebak memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan dan diperkenalkan lebih luas.

“Murak Kadu ini bukan hanya sekadar kegiatan makan durian bersama. Kami ingin memperkenalkan berbagai jenis durian yang ada di Kabupaten Lebak kepada masyarakat luas,” kata Aldi, Sabtu, 19 September 2026. Selain durian, festival tersebut juga akan diisi dengan berbagai kegiatan pendukung.

Sejumlah kegiatan disiapkan untuk memberikan pengalaman yang lebih beragam bagi pengunjung selama festival berlangsung. Salah satu rangkaian kegiatan yang akan hadir adalah pentas seni dan musik.

Pertunjukan tersebut diharapkan menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus membuat suasana festival semakin meriah. Festival Murak Kadu juga akan menghadirkan pameran serta bazar aneka produk olahan durian.

Produk yang ditampilkan diharapkan dapat menunjukkan bahwa durian tidak hanya dapat dikonsumsi secara langsung, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi. Aldi menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi pariwisata Kabupaten Lebak.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah agrowisata yang berkaitan dengan perkebunan dan budidaya durian. “Melalui Murak Kadu, kami juga ingin memperkenalkan berbagai objek wisata yang ada di Lebak, khususnya potensi agrowisatanya,” ujar Aldi.

Keberadaan sentra-sentra durian di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak dapat menjadi bagian dari daya tarik wisata. Pengunjung nantinya tidak hanya menikmati buah durian, tetapi juga dapat mengenal potensi wilayah penghasil durian di Lebak.

Festival tersebut sekaligus diharapkan menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka. Bazar dan pameran akan memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM untuk menampilkan berbagai produk olahan berbahan dasar durian.

Panitia juga menggandeng sejumlah sponsor untuk mendukung pelaksanaan Festival Murak Kadu. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu menghadirkan kegiatan yang lebih meriah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Festival Murak Kadu rencananya dibuka secara resmi oleh Bupati Lebak pada 26 September 2026. Pembukaan tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan yang akan berlangsung selama sembilan hari.

Selain Bupati Lebak, kegiatan tersebut juga direncanakan dihadiri pejabat dari Kementerian Pariwisata serta Gubernur Banten. Kehadiran sejumlah pejabat tersebut diharapkan semakin memperkuat perhatian terhadap potensi pariwisata dan produk unggulan Kabupaten Lebak.

Aldi mengatakan pihaknya ingin menjadikan festival tersebut sebagai langkah awal untuk memperkenalkan kekayaan durian Lebak secara lebih luas. Terlebih, Kabupaten Lebak diperkirakan memiliki sekitar 28 jenis durian.

“Potensi durian di Lebak cukup beragam. Diperkirakan ada sekitar 28 jenis durian, sehingga ini menjadi potensi yang ingin kami kenalkan melalui Festival Murak Kadu,” katanya.

Keberagaman tersebut menjadi salah satu alasan panitia mengangkat durian sebagai tema utama festival. Masyarakat dan pengunjung diharapkan dapat mengenal perbedaan jenis serta karakteristik durian yang berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Lebak.

Festival ini diharapkan dapat menjadi ruang promosi bagi petani durian. Dengan semakin dikenalnya berbagai jenis durian lokal, produk petani diharapkan memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Tidak hanya sektor pertanian, kegiatan tersebut diarahkan untuk memberikan dampak terhadap sektor ekonomi kreatif dan pariwisata. Kehadiran pengunjung selama festival diharapkan dapat turut menggerakkan aktivitas pelaku usaha di sekitar Rangkasbitung.

Berbagai sajian berbahan dasar durian akan menjadi bagian dari kemeriahan bazar. Produk olahan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kreativitas masyarakat dalam mengembangkan durian menjadi produk dengan nilai tambah.

Untuk menarik lebih banyak pengunjung, panitia juga menyiapkan konser musik yang akan menghadirkan penyanyi dari ibu kota. Pertunjukan musik tersebut menjadi salah satu agenda hiburan yang akan melengkapi rangkaian Festival Murak Kadu.

Aldi berharap pelaksanaan festival dapat menjadi momentum untuk membangun promosi durian Lebak secara berkelanjutan. Kegiatan tersebut tidak berhenti pada penyelenggaraan festival, tetapi dapat menjadi awal dari pengenalan potensi durian dan agrowisata Lebak.

“Kami berharap Murak Kadu ini menjadi langkah awal. Ke depan, kami ingin durian Lebak semakin dikenal, begitu juga dengan potensi wisata dan agrowisata yang ada di Kabupaten Lebak,” ucap Aldi.

Festival Murak Kadu dijadwalkan berlangsung hingga 4 Oktober 2026 di Alun-Alun Rangkasbitung. Masyarakat dapat mengikuti berbagai kegiatan yang disiapkan panitia sekaligus mengenal lebih dekat keberagaman durian dan potensi pariwisata Kabupaten Lebak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....