Seba Baduy Ditargetkan Masuk KEN 2027

  • 27 Apr 2026 06:28 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID Lebak - Pemerintah Kabupaten menargetkan ritual budaya Seba Baduy dapat kembali masuk dalam 10 besar Karisma Event Nusantara (KEN) tahun 2026. Target tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus mendorong sektor pariwisata daerah.

Bupati Lebak,Moch. Hasbi Asyidiqi Jayabaya, menyampaikan harapan tersebut usai acara penyambutan warga Baduy di Pendopo Kabupaten Lebak, Jumat malam, 24 April 2026 . Ia optimistis Seba Baduy mampu bersaing dengan berbagai event budaya lainnya di tingkat nasional.

Menurut Hasbi, masuknya Seba Baduy dalam KEN akan memberikan dampak positif, baik dari sisi promosi budaya maupun peningkatan ekonomi masyarakat lokal. Ia menilai potensi budaya Lebak sangat besar untuk terus dikembangkan. “Ada 125 kegiatan budaya yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata, termasuk salah satunya Seba Baduy,” ujar Hasbi .

Ia menjelaskan, Kabupaten Lebak memiliki sejumlah kegiatan budaya yang telah masuk dalam daftar KEN. Selain Seba Baduy, terdapat pula Seren Taun Kasepuhan Cisungsang dan Seren Taun Kasepuhan Cisitu. Hasbi menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan Seba Baduy agar lebih menarik tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisinya.

Hal ini dinilai penting agar event tersebut tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Ia juga menyebutkan tema Seba Baduy tahun 2026 mengusung nilai kearifan lokal yang kuat. Tema tersebut adalah "Warisan Leluhur yang Harus Dijaga, Menjadi Inspirasi Masa Kini.” “Tema ini mengandung makna, masyarakat harus mampu beradaptasi dengan era digital dan modern, tetapi tetap menyatu dengan tradisi,” kata Hasbi.

Menurutnya, keseimbangan antara modernisasi dan pelestarian budaya menjadi kunci agar tradisi tidak punah. Seba Baduy dinilai sebagai contoh nyata bagaimana nilai-nilai leluhur tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Lebih lanjut, Hasbi menuturkan Seba Baduy bukan sekadar seremoni tahunan. Ritual ini mengandung filosofi mendalam tentang hubungan manusia dengan alam. “Seba Baduy bukan hanya seremoni, tetapi mengajarkan manusia untuk menjaga hutan dan keseimbangan alam,” ujarnya.

Ia menambahkan, pesan yang terkandung dalam tradisi tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini, terutama dalam menghadapi isu perubahan lingkungan dan kerusakan alam. Pemerintah Kabupaten Lebak, lanjut Hasbi, berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian budaya lokal melalui berbagai program.

Salah satunya adalah promosi event budaya ke tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, pihaknya juga mendorong keterlibatan generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai budaya daerah. Dengan demikian, tradisi seperti Seba Baduy dapat terus diwariskan.

Hasbi berharap, dengan persiapan yang matang dan dukungan semua pihak, Seba Baduy dapat kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara pada tahun 2027. “Harapan kami, Seba Baduy bisa kembali masuk KEN dan semakin dikenal luas, baik di dalam maupun luar negeri,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....