Pemkab Lebak Mulai Persiapkan Seba Baduy

  • 15 Apr 2026 22:31 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Pemkab Lebak terus mempersiapkan perhelatan Seba Baduy 2026
  • Kegiatan dijadwalkan mulai 23 April sampai dnegan 26 April 2026
  • Masyarakat Baduy kini tengah melaksanakan puasa ngalaksa

RRI.CO.ID,Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak mulai mempersiapkan penyelenggaraan tahun 2026 yang menjadi agenda budaya tahunan di wilayah Banten. Tradisi ini merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat adat Baduy.

Rangkaian kegiatan Seba Baduy dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 23 hingga 26 April 2026. Persiapan dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak.

Kepala Disbudpar Lebak, Yosep Muhammad Holis, menyampaikan bahwa pihaknya tengah mematangkan sejumlah agenda pendukung untuk menyukseskan kegiatan tersebut. “Kami sudah mulai mempersiapkan rangkaian kegiatan Seba Baduy dari tanggal 23 sampai 26 April 2026,” ujar Yosep di Rangkasbitung, Rabu, 15 April 2026.

Menurut Yosep, Seba Baduy bukan hanya tradisi adat, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Lebak. Seba Baduy merupakan ritual adat tahunan yang wajib dilaksanakan oleh masyarakat Baduy sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen yang telah diperoleh.

Tradisi ini juga menjadi sarana untuk menjalin silaturahmi antara masyarakat adat dengan pemerintah daerah yang dikenal sebagai “Bapak Gede”. Dalam pelaksanaannya, ribuan warga Baduy akan berjalan kaki dari wilayah adat menuju pusat pemerintahan Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten.

Mereka membawa berbagai hasil bumi sebagai simbol persembahan dan ungkapan syukur kepada pemerintah serta alam yang telah memberikan hasil panen.

Perwakilan adat Baduy, yang merupakan Kepala Desa Kenekes, Jaro Oom , mengungkapkan masyarakat saat ini masih berada dalam tahapan ritual adat sebelum pelaksanaan Seba. “Saat ini masih proses ngalaksa, belum ada penutup adat. Nanti setelah beres, baru kita persiapan Seba Baduy,” ujar Oom.

Ia menjelaskan, tahapan ngalaksa merupakan bagian dari rangkaian setelah pelaksanaan yang berlangsung selama tiga bulan. Puasa Kawalu sendiri merupakan ritual tahunan masyarakat Baduy Dalam yang dilakukan selama tiga hari setiap bulan dalam kurun waktu tiga bulan berturut-turut.

Setelah seluruh rangkaian ritual adat selesai, masyarakat Baduy akan melanjutkan dengan persiapan akhir menuju pelaksanaan Seba Baduy yang menjadi puncak tradisi tahunan tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....