Kunjungan Wisatawan Pandeglang 2025 Lampaui Target

  • 24 Jan 2026 14:47 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang mencatatkan tren positif kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2025. Hingga akhir tahun, total kunjungan mencapai 2.485.547 orang, yang terdiri dari 2.483.310 wisatawan nusantara dan 2.237 wisatawan mancanegara. Capaian ini secara resmi melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah sebesar 2.457.938 wisatawan.

Kepala Disparbud Pandeglang, Rahmat Zultika, menjelaskan kenaikan angka kunjungan ini dipengaruhi oleh minimnya isu bencana alam dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya pada tahun lalu informasi mengenai potensi bencana megathrust sangat tinggi dan menekan minat kunjung. Namun, pada 2025, minimnya berita negatif terkait cuaca ekstrem memberikan rasa aman bagi para pelancong untuk datang.

"Alhamdulillah tahun ini tidak ada informasi bencana yang masif seperti tahun lalu. Hal ini sangat mempengaruhi keputusan wisatawan untuk berkunjung ke Pandeglang," ujar Rahmat, Sabtu 24 Januari 2026.

Selain faktor alam, menurut Rahmat perbaikan tata kelola oleh para pengelola destinasi turut memberikan kontribusi nyata terhadap lonjakan wisata. Kesadaran akan pentingnya kenyamanan pengunjung mulai tumbuh di kalangan pemilik Destinasi Tujuan Wisata (DTW). Transformasi ini diyakininya membuat pengalaman berwisata di Pandeglang menjadi lebih berkualitas dibandingkan periode sebelumnya.

Disparbud mencatat wisata pantai masih menjadi magnet utama di Pandeglang, mengingat Pandeglang memiliki garis pantai sepanjang 307 kilometer. Kawasan Pantai seperti Carita, dan Pasir Putih, tercatat sebagai destinasi dengan kunjungan tertinggi yang mencapai 350 ribu pengunjung. Selain pantai, Disparbud menilai potensi wisata gunung seperti Gunung Karang dan Pulosari juga mulai menunjukkan aktivitas pengelolaan yang signifikan.

"Kami menyadari kenyamanan pengunjung sangat penting, maka perbaikan tata kelola akan terus kami tingkatkan secara konsisten," ucapnya.

Rahmat menambahkan, meski angka kunjungan naik, pihaknya terus mendorong konsistensi pelaporan data dari setiap pengelola wisata. Ia menyayangkan masih adanya beberapa pengelola yang belum memahami pentingnya pendataan kunjungan secara berkala sebagai bahan evaluasi kebijakan pariwisata daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....