Napak Tilas Kejayaan Islam Lewat Warisan Kesultanan Banten
- 05 Okt 2025 11:25 WIB
- Banten
KBRN, Serang: Jejak panjang sejarah Kesultanan Banten menjadi bukti kejayaan Islam di tanah Jawa bagian barat. Pusat pemerintahan sekaligus simbol penyebaran agama ini masih berdiri kokoh melalui keberadaan Masjid Agung Banten dan kompleks makam para sultan yang hingga kini tak pernah sepi dari peziarah.
Sekretaris Badan Kenadziran Kesultanan Maulana Hasanuddin Banten (BKKMHB), TB Imam Mahdi Syaf menjelaskan, Kesultanan Banten berdiri pada tahun 1552 di bawah kepemimpinan Sultan Maulana Hasanuddin, putra dari Sunan Gunung Jati. Kesultanan ini menjadi salah satu pusat dakwah Islam sekaligus jalur perdagangan penting di pesisir barat Pulau Jawa.
“Setiap orang yang datang ke kawasan ini memiliki niat baik untuk berziarah, bertawasul, dan bersyukur atas jasa para sultan, terutama Sultan Maulana Hasanuddin yang menjadi penggerak penyebaran Islam di Banten,” ucapnya Minggu (5/10/2025).
Baca juga: Andra Soni Ajak Dzurriyat Kesultanan Banten Berkolaborasi Bangun Banten
Ia menyebut para pengunjung yang datang tidak hanya dari wilayah Banten, melainkan juga dari berbagai daerah di nusantara bahkan dari luar negeri. Catatan buku tamu menunjukkan peziarah datang dari Malaysia, Brunei, Thailand, hingga Australia. Sebagian di antaranya melakukan penelitian mengenai sejarah dan peninggalan Kesultanan Banten.
Selain berziarah, pengunjung juga dapat menyaksikan berbagai benda bersejarah peninggalan kesultanan, seperti Meriam Ki Amuk, senjata tradisional berupa keris, pedang, tombak, dan peralatan perang lainnya yang kini tersimpan di Museum Situs Banten Lama.
Mahdi mengatakan tidak ada syarat khusus bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke kawasan Kesultanan Banten, namun pihaknya berharap setiap tamu menjaga etika dan berpakaian sopan sesuai nilai-nilai Islam. “Cukup datang dengan niat baik dan sikap hormat kepada leluhur,” katanya.
Baca juga: Ribuan Masyarakat Padati Banten Lama untuk Ziarah
Salah satu pengunjung asal Serang, Dita Carolina, mengaku sengaja datang bersama keluarga kecilnya untuk berziarah sekaligus mengenalkan sejarah Islam di Banten kepada anak-anaknya. Ia menilai kawasan Masjid Agung Banten bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga sarana edukasi tentang perjuangan para sultan dalam menyebarkan agama Islam.
“Kebetulan ada momennya ngajak main Banten lama, kami ingin anak-anak tahu bahwa di sini ada jejak besar penyebaran Islam dan nilai-nilai perjuangan yang patut diteladani,” kata Dita.
Kompleks Kesultanan Banten kini tak hanya menjadi destinasi wisata religi, tetapi juga ruang pembelajaran sejarah yang menghubungkan masa lalu kejayaan Islam dengan semangat pelestarian budaya di masa kini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....