Libur Tahun Baru, Balawista Fokus pada Disaster Management

  • 29 Des 2022 13:28 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Manajemen Bencana atau Disaster Management menjadi perhatian serius bagi Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista), di tengah ancaman cuaca ekstrem yang menyelimuti Provinsi Banten pada musim libur Natal dan Tahun Baru 2023.

Ketua Umum Balawista, Ade Ervin mengungkapkan, pengawasan aktivitas wisata diakhir tahun ini yang difokuskan pada Manajemen Bencana atau Disaster Management, untuk mengurangi atau menghindari kerugian secara fisik, ekonomi maupun jiwa yang dialami oleh wisatawan.

Baca juga:

Jelang Libur Nataru, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem

“Sebetulnya fokus siaga wisata akhir tahun ini lebih kepada Disaster Management, kedaruratan terkait dengan bencana,” katanya saat ditemui di Pandeglang, Kamis (29/12/2022).

Dia menerangkan, Balawista akan membatasi aktivitas wisatawan yang berenang di pantai. Mereka tidka dibolehkan berenang melebihi batas yang sudah ditentukan. Balawista juga memasang rambu-rambu yang disiapkan di sepanjang pantai agar menjadi perhatian wisatawan saat berlibur.

Baca juga:

Gubernur Banten Imbau Masyarakat Perhatikan Prakiraan Cuaca saat Liburan

“Terkait dengan cuaca ekstrem, sudah kami prediksi sebelumnya. Dalam kondisi demikian, kami akan menyebar anggota di lapangan untuk menyebarkan informasi kepada wisatawan agar melakukan aktivitas wisata di tempat yang aman,” ucap dia.

Ade Ervin menyebut, pihaknya menerjunkan 200 anggota selama libur Natal dan Tahun Baru 2023. 100 anggota disiagakan disejumlah titik destinasi. Sementara 100 orang lainnya, akan melakukan monitoring secara berkala.

“Daerah yang menjadi perhatian serius Balawista meliputi Kabupaten Serang, Pandeglang, dan Lebak. Sebab tiga daerah itu mempunyai garis pantai yang kerap dimintai wisatawan saat musim liburan tiba,” ujar Ade Ervin.

Baca juga:

338 Personel Gabungan Disiagakan Selama Nataru di Pandeglang

Selain itu, Ade Ervin juga mengimbau pengelola objek wisata untuk ikut memperhatikan keselamatan wisatawan. Mereka disarankan mengikuti arahan dari petugas keselamatan ketika cuaca memburuk.

“Pengelola wisata juga diingatkan untuk mengikuti arahan petugas keselamatan. Karena yang kami pikirkan bukan bisnis, tapi bagaimana caranya wisatawan bisa beraktivitas dengan nyaman dan aman,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....