Bonus Demografi 2045, Ini Perspektif Mahasiswa

  • 05 Jul 2024 14:43 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Bonus demografi menjadi isu krusial yang tengah hangat diperbincangkan, terutama di kalangan akademisi dan mahasiswa. Menurut mahasiswa berprestasi dari Jurusan Teknik Elektro Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Rizki Maula mengatakan fenomena ini bisa menjadi pedang bermata dua bagi Indonesia. Dengan persiapan yang tepat, bonus demografi bisa menjadi motor penggerak pembangunan bangsa. Sebaliknya, tanpa dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni, peluang ini bisa berubah menjadi tantangan besar yang menghadirkan masalah pengangguran. "Bonus demografi adalah ketika jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dari penduduk non-produktif. Jika penduduk usia produktif didukung oleh SDM yang berkualitas, ini bisa menjadi keuntungan besar bagi negara," ujar Rizki.

"Namun, jika tidak, kita akan menghadapi banyaknya pengangguran karena SDM tidak memenuhi kebutuhan dunia kerja," katanya.

Sebagai mahasiswa, Rizki menekankan pentingnya mempersiapkan diri menghadapi bonus demografi 2045. Menurutnya, mahasiswa harus memperkaya dan mengembangkan kemampuan sesuai dengan kebutuhan industri yang terus berkembang. "Kita harus bersungguh-sungguh dalam belajar, mencari pengalaman organisasi, mengikuti pelatihan, dan terjun langsung ke dunia kerja melalui program magang," katanya.

Rizki menyampaikan bahwa perkembangan zaman dan teknologi yang dinamis mengharuskan mahasiswa untuk terus meng-update keterampilan mereka. "Kemampuan dan keterampilan individu sangat penting dalam menjawab tantangan industri. Kita harus selalu siap menghadapi perubahan yang ada," ujarnya.

TaK hanya teori, Rizki mengaku telah mengaplikasikan pemikirannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai Project Manager/Co-Leader di Google Developer Student Clubs Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Rizki telah mendapatkan berbagai penghargaan. Ia juga merupakan penerima beasiswa dari Paragon Scholarship Program, yang tidak hanya memberikan pendanaan, tetapi juga program pengembangan diri, proyek komunitas, networking, dan kesempatan untuk bergabung dengan ParagonCorp. Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, Rizki berharap dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk mempersiapkan diri menyambut bonus demografi 2045. "Kita harus siap menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada. Dengan persiapan yang matang, kita bisa membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....