Desa Bandung, Membangun Masyarakat yang Kreatif dari Olahan Daun Pandan
- 20 Apr 2024 13:48 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Masyarakat Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten memiliki banyak kreatifitas yang banyak menyita perhatian. Masyarakat di desa itu, sukses menyulap berbagai sumber daya di sekitarnya, untuk menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi.
Salah satu yang saat ini banyak ditekuni oleh masyarakat Desa Bandung, yakni membuat kerajinan tangan dari tanaman pandan. Tanaman ini memang banyak ditemui di Desa Bandung, sehingga dilirik oleh warganya untuk diolah menjadi barang yang bernilai.
Baca juga:
Kopi Puhu, Produk BUMDes Bandung Dipasarkan Dalam Bentuk Ekonomis
Berbagai jenis kerajinan mampu dihasilkan dari tangan-tangan kreatif masyarakat Desa Bandung, seperti tas, dompet, sandal, topi, peci, dan sajadah yang terbuat dari daun pandan.
Didukung dengan manajemen yang baik dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sebagian masyarakat di Desa Bandung kini bergantung dari usaha tersebut. Kini sudah ada ratusan kelompok pengrajin di Desa Bandung.
“Dari hasil pendataan tahun lalu anggota dari pengrajin tersebut berjumlah 154 orang yang dibentuk menjadi kelompok, para pengrajin tersebut membuat kerajinan tangan yang beraneka ragam mulai dari anyaman berbentuk tas, tikar, tempat tisu dan lainnya,” kata Kepala Desa Bandung, Wahyu Kusnadiharja saat dialog Bersama RRI Banten, Jumat (19/4/2024).

Wahyu menceritakan, mulanya masyarakat memiliki gagasan untuk mengolah tanaman pandan yang melimpah untuk dijadikan kerajinan. Gagasan itu ditampung untuk kemudian dijadikan perencanaan pembangunan, hingga akhirnya didapatkan banyak potensi dan meningkatkan pendapatan desa.
“Hasil kerainan tangan yang sudah dibuat pengrajin, kita arahkan dan perbaiki agar menjadi barang siap jual, mulai dari motif dan bentuk dan warnanya. Kemudian kita pasarkan secara konvensional dan digital,” ujarnya.
Kerajinan tangan berbahan baku pandan tersebut ternyata sudah menjadi keterampilan turun temurun, dengan proses pengolahan yang tidak sederhana. Diawali pengambilan daun pandan dari batangnya yang harus dilakukan dengan kehati-hatian, karena daunnya memiliki duri yang cukup tajam.
Baca juga:
Desa Bandung Jadi Desa Digital Kedua di Pandeglang
Lalu dipotong sepanjang satu meter, dan menyasatnya untuk melepas duri dari daun. Kemudian direbus selama satu jam dan ditiriskan serta dijemur hingga kering agar kuat dan elastis saat proses pengayaman.
Masyarakat dari luar daerah pun dapat mengoleksi hasil kerjainan tersebut dengan membelinya di pasar digital atau online. Selain itu masyarakat juga bisa datang langsung ke Bukit Si Nyonya yang menjadi tempat wisata unggulan di Pandeglang.
“Kami sudah mempunyai toko online untuk masyarakat yang ingin membelinya, atau pada saat berlibur ke Pandeglang bisa datang ke Bukit Si Nyonya karena di sana ada banyak kerajinan dan hasil olahan yang kami jual, tentunya ini bisa dijadikan oleh-oleh juga untuk para wisatawan,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....