Hello Loopsy Angkat Nilai Produk Handmade Lokal
- 21 Jul 2026 15:32 WIB
- Banten
Poin Utama
- Hello Loopsy memilih strategi menjaga kualitas dan nilai estetika produk rajut buatan tangan daripada terlibat dalam perang harga di pasar kerajinan tangan.
- Pendiri Hello Loopsy, Avi Nurul Afia mengidentifikasi, banyak masyarakat masih belum memahami kompleksitas dan kerumitan proses pengerjaan produk kerajinan buatan tangan.
- Akibat kurangnya pemahaman masyarakat, banyak pengrajin terpaksa mengurangi harga produk secara drastis hanya untuk mempercepat penjualan.
RRI.CO.ID, Cilegon – Maraknya persaingan dan perang harga di pasar kerajinan tangan kerap menjadi tantangan bagi para pelaku usaha lokal. Namun, Hello Loopsy memilih fokus menjaga kualitas dan terus mengenalkan nilai estetika dari produk rajut buatan tangan (handmade).
Pendiri Hello Loopsy, Avi Nurul Afia mengatakan, sebagian masyarakat masih belum memahami rumitnya proses pengerjaan sebuah produk buatan tangan. Akibatnya, tidak sedikit pembuat kerajinan yang terpaksa membanting harga demi mengejar penjualan cepat.
| Baca juga: Dari Hobi Jadi Bisnis Aksesori Handmade |
“Banyak perang harga karena orang masih mengejar lakunya daripada menghargai usahanya. Tapi kalau kita, kita enggak mau menjatuhkan harga pasar dan tetap patok harga yang layak buat handmade,” katanya dalam program Mutiara Pagi bersama RRI Pro 2 Banten, Selasa, 21 Juli 2026.
Avi menilai, menjaga patokan harga yang masuk akal sangat penting demi menghargai waktu, tenaga, dan tingkat kesulitan yang dihadapi pengrajin.
Pendiri Hello Loopsy lainnya, Qorry Aina menjelaskan, pemilihan bahan dan durasi pengerjaan menjadi penentu utama nilai sebuah produk rajutan. Sebuah buket bunga berukuran besar, misalnya, memerlukan waktu merajut hingga lima jam.
“Untuk pembuatan buket bunga yang besar itu bisa memakan waktu empat sampai lima jam. Jadi harganya disesuaikan dengan kualitas, bahan, dan kerapihan hasilnya,” ujarnya.
Menurut Qorry, edukasi mengenai keunikan produk buatan tangan terus disampaikan kepada pelanggan saat berjualan di stan maupun media sosial.
Naada Tho'iah, pendiri Hello Loopsy lainnya menambahkan, seluruh biaya modal dan jasa pengerjaan dihitung secara rinci agar harga jual tetap ramah di kantong pembeli. Melalui komitmen mengangkat nilai produk handmade, Hello Loopsy berharap masyarakat semakin menghargai keunikan serta proses panjang di balik karya para pengrajin lokal Banten.
“Harga produk kita bervariasi mulai dari delapan ribu sampai Rp185 ribu. Penjualan kita juga sudah mulai titip jual ke art space di luar daerah seperti Tulungagung,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....