Puluhan Pelajar Disabilitas di Cilegon Diberi Pelatihan Membatik
- 03 Feb 2025 11:35 WIB
- Banten
KBRN, Cilegon: Puluhan siswa disabilitas di Kota Cilegon, Banten, mendapat pelatihan membatik dan menjahit. Pelatihan ini diberikan oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten yang bekerja sama dengan Rinara Batik, sebuah UMKM yang melakukan pemberdayaan anak berkebutuhan khusus.
Puluhan siswa itu berasal dari dua sekolah, yakni Sekolah Khusus (SKh) 01 Cilegon dan SKh Sri Darma. Pelatihan ini merupakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari PLN Peduli.
“Kami percaya bahwa dukungan terhadap UMKM tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat komunitas yang lebih inklusif. Dengan adanya program pelatihan ini, kami berharap anak-anak berkebutuhan khusus memiliki kesempatan yang sama dalam berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Andy Acha, Minggu (2/2/2025).
Pria yang akrab disapa Andy Acha itu menekankan, PLN akan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan program pemberdayaan ini dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Kami ingin menciptakan ekosistem yang mendukung agar UMKM yang mempekerjakan penyandang disabilitas dapat terus berkembang. Selain itu, kami ingin memastikan bahwa program ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berkembang dan memberikan manfaat bagi lebih banyak anak berkebutuhan khusus di masa depan,” ucapnya.
Rina Rahmayanti, pemilik Rinara Batik menjelaskan, di SKh 01 Cilegon, sebanyak 35 siswa tuna rungu mendapatkan pelatihan membatik cap, membatik shibori, dan menjahit. Sementara di SKh Sri Darma, 27 siswa dengan spektrum autisme dibimbing untuk menguasai keterampilan menjahit dan membatik cap.
Produk-produk yang mereka hasilkan, seperti tote bag, sarung bantal, dan taplak meja, telah dipasarkan melalui bazar sekolah serta galeri Rinara Batik.
“Dukungan PLN sangat berarti bagi kami dalam memberikan kesempatan kepada anak-anak berkebutuhan khusus untuk berkarya dan mandiri. Kami melihat perubahan besar dalam diri mereka. Dari yang awalnya ragu untuk mencoba, kini mereka lebih percaya diri dalam menunjukkan karya mereka. Ini adalah langkah besar menuju kemandirian mereka,” kata Rina.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....