Bupati Tangerang Tekankan Komitmen Bersama Tangani Stunting dan TBC

  • 13 Mar 2025 11:14 WIB
  •  Banten

KBRN, Tangerang: Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam meningkatkan layanan kesehatan, khususnya dalam upaya menurunkan angka tengkes atau Stunting dan Tuberkulosis (TBC).

"Komitmen bersama semua pihak sangat lah penting dalam meningkatkan kesehatan, khususnya dalam upaya menurunkan angka Stunting dan Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Tangerang," ujar Bupati Maesyal saat membuka Rakor Program Gizi yang dihadiri oleh 44 Kepala Puskesmas se-Kabupaten Tangerang, di Hotel Lemo, Rabu (12/3/2025).

Baca juga: Pemkab Tangerang Evaluasi Program Pengentasan Stunting

Bupati meminta agar Posyandu tidak hanya difungsikan sebagai tempat pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menjadi pusat pemberian suplemen gizi dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil.

“Pemkab Tangerang telah dan terus memberikan perhatian serius dalam upaya percepatan dan penurunan stunting. Salah satu Program Prioritas di Bidang Kesehatan pada tahun 2025 adalah TUNAS (Talenta Unggul Generasi Sehat), yang berfokus pada pencegahan dan penanganan balita stunting,” ucapnya.

Baca juga: Lima Program Sektor Perikanan untuk Atasi Stunting di Tangerang

Ia juga menyampaikan, berdasarkan hasil Grebek Posyandu tahun 2024, angka tengkes di Kabupaten Tangerang tercatat sebesar 7,7 persen atau setara dengan 17.154 balita. Selain tengkes, Anemia Gizi Besi (AGB) pada remaja putri juga menjadi perhatian, mengingat kondisi ini dapat mempengaruhi kualitas kehamilan di masa mendatang.

Untuk menanggulangi permasalahan gizi ini, dirinya juga meminta semua pihak untuk terus melakukan berbagai langkah yang dapat mencegah dan menangani berbagai permasalahan kesehatan dan gizi pada balita dan ibu hamil. Termasuk juga peningkatan kapasitas para tenaga kesehatan dan dokter.

"Langkah yang dikakukan diantaranya yakni terus memberikan makanan tambahan (PMT) lokal bagi balita dan ibu hamil, melakukan pemeriksaan rutin balita dengan masalah gizi oleh dokter spesialis anak di Puskesmas serta meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan termasuk dokter umum dan tenaga pelaksana gizi dalam penanganan balita dengan masalah gizi," ujar bupati.

Baca juga: PHBS Dinilai Penting untuk Entaskan Stunting di Kabupaten Tangerang

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa program TUNAS akan terus diperkuat pada tahun 2025 dengan dukungan penuh dari seluruh elemen kesehatan di Kabupaten Tangerang.

"Saya meminta dukungan dan kerja sama dari semua pihak agar program ini berjalan efektif. Koordinasi yang lebih intensif perlu ditingkatkan untuk memastikan keberhasilan program unggulan ini," kata dia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....