PSSI Lebak Siapkan Kompetisi Berjenjang Pembinaan Sepak Bola Usia Dini
- 05 Jul 2026 05:46 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Kabupaten Lebak kembali bersiap menggairahkan pembinaan sepak bola usia dini melalui kompetisi yang berjenjang. Kepengurusan baru Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Lebak menempatkan program tersebut sebagai salah satu prioritas utama selama masa bakti 2026–2030.
Ketua PSSI Kabupaten Lebak, Muamar Adi Prasetya, menegaskan, pembinaan pemain muda tidak cukup hanya melalui latihan rutin. Menurutnya, kompetisi menjadi bagian penting dalam mengasah kemampuan dan mental bertanding para pesepak bola muda.
Muamar yang baru dilantik sebagai Ketua PSSI Kabupaten Lebak mengatakan, kompetisi akan didiskusikan untuk seluruh Sekolah Sepak Bola (SSB) yang ada di wilayah Kabupaten Lebak.
"Program utama kami adalah menghidupkan kembali kompetisi sepak bola secara berjenjang melalui Sekolah Sepak Bola.
Ini menjadi fondasi pembinaan pemain sejak usia dini," kata Muamar. Ia menjelaskan, setiap SSB harus memiliki ruang untuk mengukur hasil latihan melalui pertandingan yang rutin dan terjadwal.
Selama ini banyak pemain muda hanya menjalani latihan tanpa mendapatkan kesempatan bertanding secara kompetitif dalam sebuah kalender kompetisi yang jelas. "Ketika dalam satu tahun kalender ada ruang waktu, kita akan tambahkan agenda khusus PSSI. Jangan sampai siswa-siswi SSB hanya latihan, tetapi tidak memiliki kompetisi. Kompetisi harus rutin dan berjenjang," ujar Muamar di Rangkasbitung, Sabtu, 4 Juli 2026.
Ia menilai, kompetisi yang berkesinambungan akan melahirkan pemain yang lebih matang, baik dari sisi teknik, fisik, maupun mental bertanding. Selain menjadi wadah pembinaan, kompetisi juga diharapkan menjadi ajang pencarian bibit-bibit pesepak bola potensial yang nantinya mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.
Muamar yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Lebak dari Partai Golkar menegaskan, PSSI memiliki tanggung jawab menyatukan seluruh SSB dalam satu sistem pembinaan yang terarah. "Semua SSB harus menjadi bagian dari pembinaan sepak bola Kabupaten Lebak. Kita ingin berjalan bersama membangun prestasi," ucapnya.
Sebagai langkah awal, PSSI Kabupaten Lebak akan melakukan pendataan terhadap seluruh Sekolah Sepak Bola yang tersebar di 28 kecamatan. Pendataan tersebut dilakukan untuk mengetahui jumlah SSB yang masih aktif sekaligus memetakan potensi pembinaan di masing-masing wilayah.
Tidak hanya itu, kepengurusan baru juga akan melakukan inventarisasi terkait legalitas setiap SSB. "Kita ingin memastikan dari 28 kecamatan ada berapa SSB. Setelah itu kita inventarisasi lagi mana yang sudah memiliki akta notaris dan mana yang belum," kata Muamar.
Legalitas menjadi salah satu aspek penting agar pembinaan sepak bola dapat berjalan lebih profesional dan tertata. Dengan data yang akurat, PSSI Kabupaten Lebak akan lebih mudah menyusun program pembinaan, kompetisi, hingga pengembangan organisasi di tingkat daerah.
Selain fokus terhadap pemain muda, kepengurusan baru juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas perangkat pertandingan. Salah satu program yang disiapkan adalah pelatihan bagi para wasit agar memperoleh lisensi resmi sesuai standar PSSI.
Muamar berharap semakin banyak wasit berlisensi yang lahir dari Kabupaten Lebak sehingga kualitas kompetisi daerah juga semakin meningkat. "Pembinaan bukan hanya untuk pemain, tetapi juga harus menyentuh wasit dan perangkat pertandingan agar ekosistem sepak bola berjalan dengan baik," katanya.
Ia optimistis seluruh program tersebut dapat terlaksana apabila mendapat dukungan dari pemerintah daerah, para pengelola SSB, klub sepak bola, serta masyarakat. Sinergi semua pihak menjadi kunci dalam membangun sepak bola Lebak yang lebih maju dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi.
Melalui kompetisi yang rutin, pembinaan yang terarah, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, PSSI Kabupaten Lebak berharap dapat menciptakan ekosistem sepak bola yang sehat dan berkelanjutan. "Dengan kebersamaan, kami ingin menjadikan PSSI Lebak sebagai wadah yang mampu menyatukan seluruh SSB untuk membangun pembinaan sepak bola yang lebih baik, profesional, dan berprestasi," ucap Muamar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....