Begini Tantangan dan Peluang Masyarakat Adat Banten di Era Digital

  • 09 Agt 2024 11:00 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, masyarakat adat Banten menghadapi berbagai tantangan sekaligus peluang untuk melestarikan budaya dan meningkatkan kesejahteraan mereka. Era digital membawa perubahan signifikan yang mempengaruhi hampir setiap aspek kehidupan, termasuk bagi komunitas adat yang telah lama memegang teguh tradisi mereka.

Hal tersebut disampaikan oleh Pelaku Seni dan Budaya Banten, Rohaendi saat berbincang dalam dialog pagi bersama RRI Banten, Jumat (8/9/2024). Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan akses dan pengetahuan tentang teknologi.

Banyak komunitas adat di Banten, seperti suku Baduy, masih bergantung pada cara-cara tradisional dalam kehidupan sehari-hari, dan adaptasi terhadap teknologi digital bisa menjadi hal yang kompleks.

“Kami menghadapi kesulitan dalam mengintegrasikan teknologi digital dengan tradisi kami yang sudah ada sejak lama. Namun, kami menyadari bahwa teknologi bisa menjadi alat yang berguna jika digunakan dengan bijak,” ujar Rohaendi.

Namun, di balik tantangan tersebut, terdapat peluang yang menjanjikan termasuk teknologi digital dapat membantu masyarakat adat Banten dalam mendokumentasikan dan mempromosikan budaya mereka kepada dunia luar. Platform media sosial dan situs web dapat digunakan untuk memperkenalkan kerajinan tangan, tarian, dan ritual adat yang unik kepada audiens global.

“Peluang terbesar kami adalah memanfaatkan media sosial untuk berbagi keindahan budaya kami dan meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai adat kami,” ujar Rohaendi.

Pemerintah daerah dan lembaga swadaya masyarakat juga mulai memberikan dukungan untuk pelatihan teknologi bagi masyarakat adat. Ini diharapkan dapat mempercepat proses adaptasi dan membuka lebih banyak peluang ekonomi.

Dengan memanfaatkan teknologi secara efektif, masyarakat adat Banten tidak hanya bisa melestarikan tradisi mereka, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup melalui akses yang lebih baik ke informasi dan pasar.

“Era digital memang membawa tantangan, tetapi juga membuka jendela peluang baru bagi masyarakat adat Banten untuk berkembang sambil tetap menjaga identitas budaya mereka,” ujar Rohaendi.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....