DLH Pandeglang Angkat Bicara Soal Timbunan Sampah di Pantai Teluk

  • 24 Apr 2024 00:26 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pandeglang angkat bicara soal sampah yang kembali menumpuk di Pantai Teluk, Kecamatan Labuan. DLH menyebut, sampah tersebut berasal dari sampah yang ditinggalkan oleh wisatawan dan sampah rumah tangga.

“Ya jadi mungkin itu karena banyaknya tamu wisatawan yang datang, kan itu harus diimbangi dengan penambahan petugas kebersihan pantai. Bisa jadi kebetulan pas musim hujan sehingga terbawa gelombang tinggi sampah terbawa ke daratan di Desa Teluk,” ucap Sekretaris DLH Pandeglang, Winarno, Selasa (23/4/2024).

Baca juga:

Pantai Teluk Labuan Kembali Dipenuhi Sampah, Ini Penyebabnya

Namun dia menjelaskan, sebagian besar sampah yang terdampar di Teluk merupakan sampah kiriman dari desa lain. Termasuk sampah plastik dari lautan yang terbawa ke daratan saat musim angin barat. Sebab kontribusi sampah masyarakat teluk disebutnya hanya sekitar 5-10 persen.

“Juga dari tumpukan sampah lama yang sudah di ratakan dan di paving blok. Tetapi trucuk bambu penahan ombak tidak kuat, alhasil rusak, sehingga sisa sampah terbawa ke laut,” katanya.

Ia menjelaskan, sampah yang menumpuk itu kini mulai kembali dilakukan pembersihan, bersama seluruh lapisan masyarakat, pemerintah, TNI dan Polri.

“Kami melakukan pembersihan mulai sejak pagi hari sampai dengan selesai. Sampah yang numpuk diangkut ke bak sampah lalu dibawa ke TPA, itu tugas pokok kami,” ujar dia.

Baca juga:

Diprakasai Pandawara Group, Ribuan Massa Gotong Royong Bersihkan Tumpukan Sampah di Teluk Labuan

Winarno membeberkan, pihaknya bersama unsur terkait sudah menyepakati beberapa langkah yang akan dilakukan dalam jangka pendek. Diantaranya menyadiakan dua unit bak sampah di Desa Teluk.

"Penyerahan kontainer atau bak sampah dari DKP Banten 1 unit di RW 05 dan 1 unit untuk RW 02. Lalu melakukan pengangkutan sampah laut secara periodik. Untuk tahun ini bulan Maret dan April setiap bulan 4 kali, karena keterbatasan anggaran dan armada," ucapnya.

Sementara untuk jangka panjang, pihaknya akan menyiapkan bank sampah untuk memilah sampah di Desa Teluk, menyiagakan petugas kebersihan khusus, dan merutinkan gerakan Selasa Bersih (Selasih).

Baca juga:

Viral di Medsos, Lulu: Pemerintah Lalai Urusi Pantai Teluk

"Kerjasama warga atau pelaku usaha dengan Dinas LH dalam pengangkutan dan pembuangan sampah ke TPA Bojong Canar di Cikedal. Kemudian kami mendorong dibuatkan Perdes (Peraturan Desa) tentang larangan buang sampah di laut," kata dia.

Timbunan sampah di Desa Teluk kembali menjadi sorotan. Padahal Mei 2023, tumpukan sampah di kawasan itu dilakukan pembersihan besar-besaran, usai dinobatkan sebagai pantai terkotor se-Indonesia oleh Pandawara Grup.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....