Pantai Teluk Labuan Kembali Dipenuhi Sampah, Ini Penyebabnya
- 23 Apr 2024 17:23 WIB
- Banten
KBRN, Pandeglang: Pantai Teluk di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang kembali dipenuhi sampah. Padahal lokasi ini sempat dibersihkan secara massal pada Mei 2023 lalu. Pembersihan itu dilakukan usai Pandawara Grup, menobatkan Pantai Teluk sebagai pantai terkotor se-Indonesia.
Namun kini tumpukan sampah kembali menggunung di pesisir Labuan tersebut. Kondisi itu bahkan sudah terjadi sejak awal bulan puasa lalu. Timbunan sampah yang didominasi sampah plastik, membanjiri Pantai Teluk usai diterjang banjir rob.
Baca juga:
Diprakasai Pandawara Group, Ribuan Massa Gotong Royong Bersihkan Tumpukan Sampah di Teluk Labuan
Kepala Desa Teluk, Sofyan Hadi menjelaskan, tumpukan sampah yang kembali ramai bukan lah sampah baru. Sampah itu merupakan timbunan lama yang tidak terangkut saat viral diberitakan sebagai pantai terkotor. Karena tingginya timbunan sampah di kawasan tersebut, sehingga tidak semua sampah bisa diangkut.
“Itu bukan tumpukan sampah baru. Waktu Pandawara itu kan banyak, overload sampah warisan dari sampah awal terbentuknya Desa Teluk dan tsunami 2018. Itu kan diangkutin selama 10 hari, saking banyaknya,” ujar dia, Selasa (23/4/2024).
Kades melanjutkan, oleh masyarakat setempat, sampah-sampah itu kemudian dibiarkan untuk menahan abrasi. Selain itu, di atas timbunannya di pasangi paving blok agar bisa dilalui oleh pejalan kaki dan sepeda motor. Namun beberapa waktu terakhir, timbunan itu rusak dihantam ombak besar sehingga membuat sampahnya kembali berceceran dan menutupi Pantai Teluk.
“Jadi sampah itu sama tanahnya dikeruk ketika surut, ditumpukin dan diratain. Akhirnya dikasih bambu dan paving blok. Namun karena legalitas tanahnya tidak bisa dipastikan, belum diurus sampai akhirnya karena penahannya bambu, kena rob patah, pasirnya turun dan sampahnya muncul lagi. Sampahnya yang kemarin-kemarin juga, bukan yang baru,” ujar dia.
Baca juga:
Viral di Medsos, Lulu: Pemerintah Lalai Urusi Pantai Teluk
Sofyan Hadi mengklaim, masyarakat sekitar sudah tidak lagi membuang sampah di laut. Sampah yang muncul sering kali berasal dari aliran Sungai Cipunten Agung dan Caringin, mengingat letak Pantai Teluk yang menjadi muara.
“Ketika hujan besar, akhirnya sampah dari sungai terbawa ke muara. Namanya teluk, dia bentuknya kan cekung jadi sampah dari daerah mana-mana pasti numpuk ke situ, tidak akan keluar lagi,” ucap Sofyan Hadi.
Munculnya tumpukan sampah itu mulai terlihat ketika awal bulan puasa lalu. Saat itu pesisir Labuan diterjang banjir rob yang membawa ribuan sampah berbagai jenis. Bahkan "tsunami" sampah itu menutupi akses jalan.
"Tapi di pertengahan bulan puasa, kami bersama Pemerintah Daerah dan relawan sudah membersihkan sampah yang terbawa gelombang laut itu," kata dia.
Baca juga:
Lapak Pedagang Teluk Labuan Porak Poranda Diterjang Rob dan Angin Kencang
Maka dari itu dia menilai, perlu perhatian khusus dari semua pihak untuk menangani sampah di Pantai Teluk. Selain dimulai dari kesadaran masyarakat, hal itu juga harus didukung dengan ketersedian fasilitas yang memadai. Karena tak jarang, masyarakat kebingungan membuang sampah karena minimnya sarana tempat pembuangan akhir.
“Saya sudah teriak dari dulu soal armada (pengangkut sampah). Sementara dari Dana Desa kan tidak bisa semudah itu dalam menganggarkan. Saya bersyukur kalau ada yang mau sumbang armada,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....