Puluhan Nakes di Pandeglang Dapat Pelatihan Jurnalistik

  • 25 Jan 2024 16:52 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Puluhan Tenaga Kesehatan (Nakes) yang bertugas di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas di Kabupaten Pandeglang, mengikuti pelatihan jurnalistik yang difasilitasi oleh Pokja Wartawan (Porwan) Pandeglang, Kamis (25/1/2024).

Selain Nakes, acara yang digelar di Oproom Setda ini juga diikuti admin sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Pandeglang. Penasehat PWI Banten, Agus Sandjadirja dan Redaktur Eksekutif Satelit News, Mardiana Tirtalaksana didaulat menjadi mentor dalam pelatihan ini.

Baca juga:

Tingkatkan SDM Anggotanya, Porwan Pandeglang Hadirkan Dua Senior PWI Banten

Keduanya mengupas metode penulisan berita yang baik, Kode Etik Jurnalistik, dan perbedaan Medsos dengan Media Massa.

Ketua Pokja Wartawan (Porwan) Pandeglang, Tb Agus Jamaluddin mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan tali silaturahim dan memberikan wawasan mengenai penulisan narasi berita dan media sosial.

Soalnya Medsos saat ini menjadi salah satu sarana penyampaian informasi kegiatan semua instansi pemerintahan. Oleh karena itu, melalui kegiatan tersebut, para admin Medsos dan wartawan bisa bersinergi dengan baik.

"Medsos merupakan hal baru dan harus bisa mengikuti tren. Karena dibeberapa medsos instansi pemerintahan sudah bagus, hanya ada sedikit ketimpangan, antara bagaimana medsos dan bahan berita itu," kata Agus.

Baca juga:

Tangkal Hoaks, Bawaslu dan Media di Pandeglang Teken MoU

Wakil Bupati (Wabup) Pandeglang, Tanto Warsono Arban mengatakan, kegiatan tersebut merupakan sebuah terobosan baik ditengah era digitalisasi. Apalagi Kabupaten Pandeglang masih menjadi daerah terendah penggunaan dan pemanfaatan Medsos.

"Ini adalah bukti nyata kolaborasi wartawan dengan Pemkab Pandeglang. Literasi digital ini terus berkembang, kita saat ini dalam penggunaan transformasi digital menjadi peringkat delapan, di Asia peringkat keempat, dan Banten ada delapan juta yang menggunakan jadi masih di bawah," ucap Tanto.

"Dari delapan juta itu, yang paling rendah adalah Kabupaten Pandeglang. Sekarang PR besarnya adalah bagaimana agar Medsos ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk hal penting seperti sumber informasi, pendidikan, perekonomian, dan lainnya," kata Wabup.

Baca juga:

Literasi Media PWI Berlanjut ke SMKN 2 Pandeglang

Tanto berpesan kepada para pegawai di lingkungan Pemkab Pandeglang, agar bisa memanfaatkan media sosial sebagai salah satu alat menyampaikan informasi kepada masyarakat, meskipun belum semua warga Pandeglang memanfaatkan sarana tersebut.

"Jadi pemanfaatan teknologi, dengan situasi Pandeglang yang belum melek media. Bagaimana caranya, agar OPD kita bisa memaksimalkan potensi literasi media, kita juga harus tahu bahwa tidak semua masyarakat bisa menggunakan internet dengan maksimal," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....