Kapal Nelayan Terhempas di Perairan Tinjil, Satu ABK Tewas

  • 21 Jul 2023 10:11 WIB
  •  Banten

KBRN, Lebak: Sebuah kapal nelayan dengan nama lumbung Kapal Motor (KM) Cikal 03 mengalami kecelakaan laut di Perairan Pulau Tinjil, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang. Kapal tersebut terbalik usai dihempas gelombang tinggi pada Kamis, 20 Juli 2023 sore.

Insiden tersebut menyebabkan satu Anak Buah Kapal (ABK) meninggal dunia dan satu lagi hilang digulung ombak.

Baca juga:

Nelayan Sukaresmi Dihantam Ombak, 1 Meninggal Dunia, 1 Masih Hilang

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan, Adil Triyanto mengatakan, di kapal itu terdapat 16 ABK termasuk seorang nahkoda. Saat terbalik, seluruh ABK terjatuh ke laut. 14 orang berhasil diselamatkan namun dua lainnya bernasib lain.

“Sebanyak 14 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Sementara satu orang meninggal dunia dan satu orang hilang,” katanya, Jumat, (21/7/2023).

Korban yang meninggal dunia itu atas nama Mansyur (50) dan korban hilang atas nama Encuk (30).

“Menurut saksi waktu kejadian laka laut sekitar pukul 16.30 WIB di sekitaran perairan Pulau Tinjil, kapal terhantam ombak besar hingga menyebabkan kapal terbalik,” ucapnya.

Baca juga:

Tiga Nelayan Terdampar di Pulau Sangiang Ditemukan Selamat

Menurut Adil, saat ini petugas masih melakukan pencarian. Kemarin proses pencarian sempat dihentikan karena kendala cuaca.

“Hari ini akan diupayakan maksimal untuk dilakukan pencarian terhadap korban. Dan semoga korban segera ditemukan,” ujar Adil.

Dari informas yang dihimpun, kejadian nahas itu bermula ketika rombongan nelayan itu berangkat dari Perairan Binuangeun, Lebak pada Kamis, pukul 08.00 WIB untuk mencari gurita. Namun sekitar pukul 16.30 WIB, saat kapal berada di perairan Pulau Tinjil, Pandeglang, tiba-tiba kapal dihantam ombak besar.

Baca juga:

120 Nelayan di Kabupaten Tangerang Dibekali Kompetensi Kecakapan Sistem Pelayaran

Seketika kapal yang berisi belasan nelayan itu terhempas. Saat bersamaan, tidak jauh dari lokasi kejadian, melintas KM. Maulana Putra yang langsung melakukan pertolongan.

Setelah berhasil diselamatkan, mereka kemudian dibawa ke Puskesmas Binuangeun untuk mendapatkan perawatan. Sementara seorang nelayan yang meninggal dunia, dibawa ke rumah duka.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....