Kemenhaj Lebak Lakukan Deteksi Dini Kesehatan Calon Jemaah Haji
- 07 Okt 2026 05:52 WIB
- Banten
RRI.CO.ID,Lebak – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Lebak melakukan deteksi dini kesehatan terhadap calon jemaah haji sebagai upaya mengantisipasi gangguan kesehatan selama berada di Tanah Suci. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan calon jemaah diketahui sejak sebelum keberangkatan.
Pemeriksaan diharapkan dapat menekan risiko jemaah mengalami sakit berat hingga meninggal dunia saat menjalankan rangkaian ibadah haji. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lebak, Halimatussakdiah, mengatakan pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu bagian penting dalam persiapan keberangkatan calon jemaah haji.
"Deteksi dini ini penting untuk mengetahui kondisi kesehatan jemaah sejak awal, sehingga risiko kesehatan dapat diminimalkan," ujar Halimatussakdiah, Selasa, 6 Oktober 2026. Kondisi kesehatan jemaah perlu menjadi perhatian serius karena ibadah haji membutuhkan kemampuan fisik yang cukup.
Para jemaah harus menjalani berbagai rangkaian ibadah yang menguras tenaga dan berlangsung dalam kondisi lingkungan yang berbeda dengan daerah asal. Halimatussakdiah menyebutkan, mayoritas jemaah yang mengalami gangguan kesehatan di Tanah Suci merupakan jemaah lanjut usia atau lansia.
Selain faktor usia, penyakit bawaan yang telah dimiliki jemaah juga menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan selama pelaksanaan ibadah haji. "Mayoritas jemaah yang mengalami gangguan kesehatan di Tanah Suci merupakan jemaah lanjut usia dan memiliki penyakit bawaan," katanya.
Karena itu, pemeriksaan kesehatan tidak hanya dilakukan menjelang keberangkatan. Calon jemaah diharapkan mulai memperhatikan kondisi kesehatan sejak jauh-jauh hari sebelum memasuki masa pemberangkatan. Pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji dilakukan secara bertahap.
Tahapan pemeriksaan dimulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama, yakni puskesmas di masing-masing wilayah. Setelah menjalani pemeriksaan di tingkat puskesmas, calon jemaah kemudian mengikuti pemeriksaan kesehatan pada tingkat kabupaten.
Tahapan tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kondisi kesehatan calon jemaah haji. Hasil pemeriksaan menjadi bagian penting dalam menentukan kesiapan jemaah untuk menjalankan ibadah haji.
"Karena itu, pemeriksaan dilakukan secara bertahap, mulai dari puskesmas di masing-masing wilayah hingga pemeriksaan di tingkat kabupaten," ujar Halimatussakdiah.
Dia mengingatkan calon jemaah agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan meskipun masih memiliki waktu sebelum keberangkatan. Calon jemaah juga diminta menjaga pola hidup sehat, termasuk memperhatikan kebugaran tubuh dan melakukan aktivitas fisik secara rutin sesuai dengan kondisi masing-masing.
"Kami mengimbau calon jemaah untuk menjaga kesehatan dan kebugaran sejak sebelum keberangkatan. Persiapan fisik harus dilakukan sedini mungkin," katanya.
Menurut Halimatussakdiah, persiapan kesehatan menjadi semakin penting karena rangkaian ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima. Kemampuan fisik diperlukan jemaah untuk menjalani berbagai aktivitas selama berada di Tanah Suci, sehingga kondisi kesehatan yang baik diharapkan dapat membantu jemaah mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan lebih optimal.
Pengalaman musim haji 2026 juga menjadi perhatian Kemenhaj Lebak dalam melakukan persiapan bagi calon jemaah yang akan berangkat pada musim haji berikutnya.
Pada musim haji 2026, jemaah asal Provinsi Banten tercatat masuk dalam 10 besar daerah dengan jumlah jemaah yang mengalami sakit maupun meninggal dunia di Tanah Suci.
Kondisi tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi agar persiapan kesehatan calon jemaah haji dapat dilakukan secara lebih optimal sejak berada di daerah asal. "Kami tentu berharap kejadian jemaah sakit maupun meninggal dunia di Tanah Suci dapat ditekan. Salah satu upayanya adalah memastikan pemeriksaan dan persiapan kesehatan dilakukan sejak dini," ucap Halimatussakdiah.
Untuk musim haji 2027, Kabupaten Lebak memperoleh kuota awal sebanyak 445 calon jemaah haji. Jumlah tersebut belum termasuk jemaah yang masuk dalam kuota cadangan. Dengan jumlah tersebut, Kemenhaj Lebak berharap seluruh calon jemaah dapat mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari sisi administrasi, manasik, maupun kesehatan.
"Pemeriksaan kesehatan sejak awal kami harapkan dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan, sehingga jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan aman, lancar, dan sesuai dengan kemampuan fisiknya," kata Halimatussakdiah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....