BPBD-PK Pandeglang Sulap Mobil Logistik Jadi Tangki Air Bersih
- 02 Okt 2026 20:40 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang melakukan langkah taktis dengan memodifikasi kendaraan dinas logistik menjadi mobil tangki air. Kebijakan darurat tersebut terpaksa diambil guna mengatasi tingginya permintaan pasokan air bersih di puluhan wilayah kecamatan yang dilanda kekeringan ekstrem.
BPBD-PK mencatat saat ini krisis air bersih akibat musim kemarau panjang telah meluas hingga menjangkau 27 kecamatan dan 90 desa di Kabupaten Pandeglang. Luasnya cakupan wilayah terdampak membuat armada tangki air yang dimiliki instansi tersebut kewalahan memenuhi seluruh permohonan bantuan dari masyarakat.
Sekretaris BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Nana Mulyana, mengungkapkan bahwa modifikasi kendaraan operasional ini merupakan solusi cepat di tengah keterbatasan sarana penanggulangan bencana di lapangan. Mobil yang mulanya difungsikan untuk pengangkutan logistik dapur umum kini dialihfungsikan agar dapat mengangkut ribuan liter air bersih untuk warga.
"Sebab kita terdesak dengan tingginya permintaan bantuan air bersih, namun jumlah armada kendaraan tangki air terbatas," ujar Nana, Jumat 2 Seotember 2026.
Ia menjelaskan, armada hasil modifikasi darurat tersebut memiliki kapasitas muat hingga 3.000 liter air bersih sekali jalan. Kendaraan operasional tambahan itu kini telah diterjunkan langsung ke sejumlah titik terparah untuk menyuplai kebutuhan air warga, di antaranya menjangkau wilayah Kecamatan Patia dan Kecamatan Banjar.
"Biasanya kendaraan ini digunakan untuk angkut logistik dapur umum, tapi kali ini kita modifikasi menjadi mobil tangki dengan kapasitas angkut 3.000 liter air dan sudah mengirimkan bantuan ke Kecamatan Patia serta Kecamatan Banjar," katanya.
Kehadiran pasokan air bersih dari pemerintah daerah ini disambut antusias oleh warga setempat yang sumur bor dan mesin pompa rumah tangganya mulai mengering. Warga mengaku sangat terbantu karena dapat menghemat pengeluaran harian untuk membeli air galon isi ulang.
Salah seorang warga Kecamatan Banjar, Haerani, menuturkan bahwa krisis air bersih paling dirasakan untuk keperluan memasak dan konsumsi harian. Meskipun warga masih memanfaatkan aliran sungai terdekat untuk mandi, kebutuhan air higienis tetap menjadi prioritas utama yang mendesak.
"Air bersih yang paling kita butuhkan itu untuk kebutuhan memasak, kalau untuk mandi kebetulan ada kali jadi masih ada untuk menjadi andalan, sedangkan kalau buat masak air dan makanan ini kita sangat butuh," ujar Haerani.
Sebelum adanya bantuan tangki darurat tersebut, warga terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air bersih secara mandiri. Beban ekonomi masyarakat kian terasa berat apabila kemarau panjang terus berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.
"Tapi kalau berkali-kali lumayan berat juga, berat harus ngeluarin uang tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....