Jerit Petani Pandeglang Hadapi Musim Puso

  • 25 Sep 2026 07:26 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang – Momentum Hari Tani Nasional di Kabupaten Pandeglang diwarnai keluhan petani lokal seperti di Kelurahan Pagadungan akibat kegagalan panen total atau puso menyusul krisis air dan serangan hama ganjur. Petani setempat telah merugi secara masif tanpa sisa modal tersisa setelah lahan pertanian padi dan palawija mengalami kekeringan ekstrem sepanjang musim ini.

Maman selaku petani dari Kelompok Tani Bukit Aden mengungkapkan tahun ini menjadi periode paling parah selama lima belas tahun dirinya menggeluti dunia pertanian. Serangan hama perusak tanaman langsung disebutnya menghabiskan hasil jerih payahnya hanya dalam kurun waktu tiga hari.

"Justru kemarin mah saya itu bulan kemarin tiga bulan tidak ada hasil sedikitpun, dikarenakan musim kemarau tidak ada air dan ada penyakit ganjur," ujar Maman, Kamis 24 September 2026.

Ia mengungkapkan tantangan terbesar yang mendera para penggarap sawah bersumber dari kendala distribusi irigasi serta kerumitan akses perolehan pupuk bersubsidi. Aliran saluran air dari mata air utama disebutnya tidak pernah tersentuh perbaikan fasilitas secara merata sehingga pembagian debit air ke lahan warga menjadi terganggu. "Tantangan terbesar itu ada dua, satu dari masalah air, keduanya dari masalah pupuk," kata Maman.

Sistem penyaluran pupuk bersubsidi juga dikeluhkan petani lain, Asep. Ia mengatakan kerap mengalami kendala di tingkat agen penyedia bagi petani yang tergabung dalam kelompok resmi. Harga penjualan hasil panen di tingkat tengkulak lokal pun disebutnya turut merosot tajam akibat kualitas padi yang rusak akibat kekurangan pasokan air bersih.

Namun demikian, menurut Asep bantuan dari pemerintah daerah sejauh ini cukup membantu dengan menyediakan pasokan benih tanaman serta alat mesin pertanian bagi kelompok warga setempat. Kendati demikian, bantuan benih tersebut belum dapat ditanam kembali lantaran krisis air bersih masih melanda kawasan pertanian tersebut.

Harapan besar dipanjatkan para petani kepada pemerintah agar segera turun tangan membenahi infrastruktur irigasi serta menjamin ketersediaan pupuk terjangkau. Para petani mengandalkan uluran tangan demi menyelamatkan keberlanjutan sektor pangan di tengah himpitan modal usaha yang sangat terbatas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....