ANTARA Kenang Jejak Karya Bagus Khairunnas Melalui Ruang Jurnalistik
- 21 Sep 2026 13:35 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Jejak karya M. Bagus Khairunnas selama delapan tahun sebagai pewarta foto LKBN ANTARA diabadikan di Biro ANTARA Banten. Hasil karya jurnalistik Bagus nantinya dituangkan dan dipajang di sebuah ruang yang juga akan menggunakan namanya.
Bagus merupakan pewarta foto ANTARA yang hilang kontak bersama rombongan dalam insiden kapal cepat KM Arupadhatu I di perairan Selat Sunda. Hingga kini, keluarga masih berharap proses pencarian terhadap Bagus dan rekan-rekannya dapat terus dilakukan.
Direktur Pemberitaan LKBN ANTARA Virgandhi Prayudantoro mengatakan, ruang bernama M. Bagus Khairunnas tersebut disiapkan sebagai bentuk penghargaan atas delapan tahun pengabdian Bagus di ANTARA. “Kami menginisiasi salah satu ruangan yang nantinya bernama ruang rapat ataupun ruang berkreasi dengan nama M. Bagus Khairunnas,” ujar Virgandhi, Senin, 21 September 2026.
Ruang tersebut nantinya tidak hanya menjadi tempat untuk menyimpan rekam karya Bagus. ANTARA menyiapkannya sebagai ruang kegiatan jurnalistik, mulai dari pelatihan, diskusi hingga pengembangan karya.
“Kami berharap tempat ini nantinya menjadi salah satu laboratorium untuk para jurnalis yang ada di Banten, mau di internal maupun eksternal,” katanya.
Hasil karya Bagus selama menjalankan tugas jurnalistik juga akan dipajang di ruangan tersebut. Karya-karya itu menjadi bagian dari rekam jejak delapan tahun Bagus berkarya sebagai pewarta foto ANTARA.
Menurut Virgandhi, ruangan tersebut dapat dimanfaatkan jurnalis ANTARA maupun insan pers lainnya untuk berbagai kegiatan yang berkaitan dengan jurnalistik. “Kami akan menggunakan ruangan ini untuk hal-hal yang berkaitan dengan apa pun yang berbentuk jurnalistik. Pelatihan, diskusi, dan juga hal-hal yang berkaitan dengan jurnalistik yang ada di Biro Banten,” ujarnya.
Sementara itu, ruang jurnalistik M. Bagus Khairunnas nantinya akan menjadi tempat yang menyimpan nama sekaligus jejak karya Bagus. Rekam foto jurnalistik yang pernah dihasilkannya akan menjadi bagian dari ruangan yang tetap digunakan untuk melahirkan karya-karya jurnalistik baru.
Pemberian penghargaan tersebut disampaikan bersamaan dengan dukungan ANTARA kepada keluarga Bagus. Perusahaan memberikan tali asih dan pendampingan kepada keluarga setelah Bagus hilang kontak dalam insiden KM Arupadhatu I di perairan Selat Sunda.
Virgandhi juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga Bagus. Peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi perusahaan, terutama terkait aturan kerja dan standar operasional prosedur keselamatan jurnalis saat menjalankan tugas. “Tidak ada satu nyawa berharga daripada berita. Maka itu yang perlu kami jadi pertimbangan,” kata Virgandhi.
ANTARA akan mengevaluasi aspek keselamatan kerja sekaligus memperkuat pendampingan bagi para jurnalis yang bertugas di lapangan. Virgandhi mengatakan evaluasi dilakukan tanpa melihat peristiwa tersebut dari sisi siapa yang salah.
Peristiwa hilangnya Bagus menjadi bahan pembelajaran bagi perusahaan untuk memperbaiki sistem kerja ke depan. “Kami tidak melihat ini salah siapa, tapi ini menjadi satu evaluasi kami sebagai media atau sebagai kantor berita negara, berita nasional yaitu ANTARA bisa lebih baik lagi ke depannya,” ujarnya.
Sementara itu, istri Bagus, Desi, masih berharap proses pencarian terhadap suaminya dan rekan-rekannya dapat dilanjutkan. Pencarian gabungan sebelumnya telah berlangsung selama 10 hari.
Ia berharap pencarian dapat dilanjutkan secara mandiri dengan dukungan perusahaan sampai Bagus dan awak kapal lainnya ditemukan. “Saya berharap adanya pencarian mandiri dan saya juga telah memohon dari perusahaan dapat melakukan pencarian dan dukungannya dilakukannya pencarian ini sampai suami saya dan juga rekan-rekannya dapat ditemukan,” ujar Desi.
Desi menyampaikan terima kasih atas dukungan ANTARA kepada keluarga. Ia berharap pendampingan dan dukungan pencarian terus diberikan hingga Bagus dan rekan-rekannya ditemukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....