Budaya Lebak Jadi Modal Kuat Region Branding
- 18 Sep 2026 06:22 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Kekayaan budaya dan sejarah Kabupaten Lebak dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi bagian penting dalam membangun city branding maupun region branding daerah. Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah mengatakan, kekuatan budaya yang dimiliki daerah harus dikembangkan sebagai identitas yang mampu membedakan Kabupaten Lebak dengan daerah lainnya.
Region branding tidak dapat disamakan dengan sekadar penggunaan tagline atau slogan untuk memperkenalkan suatu daerah. Region branding harus mampu mencerminkan ciri khas daerah yang kuat, memiliki akar sejarah, serta menunjukkan karakter yang tidak dimiliki oleh wilayah lain.
“Lebak memiliki kekuatan budaya dan sejarah yang khas, seperti Suku Baduy, Multatuli, serta Kasepuhan atau Kaolotan,” kata Amir. Pernyataan tersebut disampaikan Amir saat menghadiri upacara adat Seren Taun Kasepuhan Guradog Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Rumah Adat Kasepuhan Guradog atau Imah Geude, Desa Guradog, Kecamatan Curugbitung, Kabupaten Lebak, Rabu, 16 September 2026.
Amir menilai berbagai kekayaan budaya tersebut merupakan identitas daerah yang perlu dijaga sekaligus dikembangkan secara berkelanjutan. Ia menegaskan, keberadaan budaya lokal bukan hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga dapat memiliki peran dalam pembangunan daerah.
Kekuatan budaya yang dikelola dengan baik dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat dari luar daerah untuk mengenal Kabupaten Lebak. Potensi tersebut juga dapat dikembangkan untuk menarik wisatawan yang ingin melihat secara langsung kekayaan tradisi dan kehidupan masyarakat adat di Lebak.
Selain wisatawan, kekhasan budaya daerah juga dinilai dapat menjadi bagian dari daya tarik Kabupaten Lebak bagi investor. Amir menyebut, lingkungan daerah yang memiliki karakter budaya kuat dapat menjadi salah satu faktor pendukung dalam memperkenalkan potensi wilayah kepada pihak luar.
Sumber daya manusia juga diharapkan tertarik untuk datang dan beraktivitas di Kabupaten Lebak seiring dengan semakin dikenalnya karakter dan potensi daerah. Karena itu, pengembangan region branding perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga keberadaan tradisi dan nilai-nilai budaya masyarakat.
Amir berharap tradisi Seren Taun dan berbagai kekayaan budaya lainnya di Kabupaten Lebak dapat terus dilestarikan. Pelestarian tersebut, kata dia, penting dilakukan agar generasi muda tetap mengenal dan memahami identitas budaya yang menjadi bagian dari sejarah daerah.
Generasi muda juga diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pewarisan tradisi kepada generasi berikutnya. Dengan demikian, keberadaan budaya lokal tidak hanya bertahan sebagai kegiatan seremonial, tetapi tetap hidup dalam kehidupan masyarakat.
Salah satu tradisi yang terus dipertahankan masyarakat adat di Kabupaten Lebak adalah Seren Taun Kasepuhan Guradog. Seren Taun merupakan bagian dari tradisi masyarakat adat Kasepuhan Guradog sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang telah diperoleh.
Tradisi tersebut sekaligus menjadi bentuk pelestarian adat yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Kasepuhan Guradog. Selain memiliki nilai budaya, pelaksanaan Seren Taun juga berkaitan dengan ketahanan pangan masyarakat adat.
Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi tersebut menjadi bagian dari identitas masyarakat Kasepuhan Guradog yang terus dipelihara hingga saat ini. Melalui pelestarian budaya, Kabupaten Lebak diharapkan dapat memperkuat identitas daerah sekaligus mengembangkan potensi budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....