Ratusan Nelayan di Pesisir Pandeglang Tak Melaut imbas Erupsi GAK
- 17 Sep 2026 20:03 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Ratusan nelayan di pesisir Carita, Kabupaten Pandeglang, memilih tidak melaut sejak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) berstatus Level III (Siaga). Kondisi itu diperparah dengan operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak Speedboat Arupadhatu I yang masih berlangsung di perairan Selat Sunda.
Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pandeglang, Encep Wa'as, mengatakan aktivitas erupsi membuat sebagian besar nelayan menghentikan kegiatan melaut demi keselamatan. “Waktu Gunung Anak Krakatau erupsi, sekitar empat hari nelayan sama sekali tidak melaut. Sekarang juga masih banyak yang memilih berhenti melaut karena dampaknya masih terasa,” kata Encep Wa'as, Kamis 17 September 2026.
Menurutnya, getaran akibat aktivitas vulkanik diduga membuat ikan menjauh dari wilayah tangkapan nelayan. Kondisi itu membuat hasil tangkapan diperkirakan menurun sehingga nelayan enggan melaut.
“Kalau laut terkena getaran, ikan itu sensitif, jadi menjauh. Nelayan khawatir melaut tapi hasilnya tidak ada,” ujarnya.
Selain erupsi, cuaca dan ramainya operasi pencarian korban Arupadhatu I di Selat Sunda juga menjadi alasan nelayan menahan kapal di darat. Encep memperkirakan ratusan kapal nelayan di kawasan Carita hingga Labuan tidak beroperasi. Di antaranya kapal kursin, kapal arad, dan berbagai jenis kapal tangkap lainnya.
“Ratusan kapal tidak melaut. Dampaknya sangat terasa bagi ekonomi nelayan karena mereka kehilangan penghasilan harian,” katanya.
Encep menambahkan, hingga kini belum ada kepastian kapan nelayan akan kembali beraktivitas normal. Mereka masih menunggu kondisi Gunung Anak Krakatau dinyatakan lebih aman.
Nelayan lainnya, Samin mengaku maraknya informasi yang beredar di media sosial juga membuat para nelayan semakin takut melaut. Menurutnya, banyak kabar yang belum tentu benar memicu kepanikan.
“Isu-isu di media sosial seolah-olah akan ada bencana besar. Walaupun hoaks, itu tetap bikin khuatir nelayan,” katanya.
Bahkan, kata Samin, sebagian nelayan masih mengungsi ke daerah yang lebih tinggi karena khawatir terjadi erupsi yang lebih besar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....