Pandeglang Dorong Literasi untuk Hadapi Banjir Informasi Digital

  • 14 Sep 2026 11:34 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Pandeglang mendorong masyarakat meningkatkan kemampuan literasi di tengah derasnya arus informasi digital. Kemampuan membaca dinilai perlu diikuti dengan kecakapan memahami dan mengevaluasi informasi.

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Pandeglang, Siti Septiana Mira Tunisa, mengatakan perkembangan teknologi tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi perpustakaan. Teknologi justru perlu dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi, promosi dan pengembangan kegiatan literasi.

Menurut Siti, tantangan masyarakat saat ini bukan lagi kesulitan memperoleh informasi. Berbagai informasi dapat diperoleh dengan mudah melalui media sosial maupun perangkat digital. "Masalahnya adalah informasi manakah yang benar adanya, yang relevan dan bisa dipertanggungjawabkan," kata Siti.

Karena itu, perpustakaan di Pandeglang mulai mengembangkan kegiatan yang lebih kreatif dan tidak hanya berorientasi pada aktivitas membaca buku. Perpustakaan diarahkan menjadi ruang tumbuh dan ruang belajar bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan.

Sejumlah kegiatan yang dikembangkan antara lain lomba video konten literasi, kelas teknologi informasi dan komunikasi, kelas bahasa Inggris, kelas memasak, tata boga serta kegiatan kreativitas lainnya. Media sosial juga dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi dan promosi kegiatan perpustakaan.

Siti menambahkan, literasi saat ini mencakup kemampuan memahami, mengevaluasi hingga menerapkan informasi dalam kehidupan sehari-hari. "Pengembangan literasi juga dilakukan melalui kegiatan komunitas dan edukasi, termasuk literasi informasi, keuangan dan lingkungan," katanya.

Melalui pendekatan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Pandeglang berharap masyarakat tidak hanya menjadi pembaca informasi, tetapi mampu berpikir kritis terhadap berbagai informasi yang diterima. Dengan demikian, perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat budaya belajar masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....