Cadangan Pangan Lebak Aman hingga Awal 2027

  • 13 Sep 2026 06:41 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Meski musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino masih melanda sejumlah wilayah di Indonesia, pemerintah memastikan ketersediaan pangan di Kabupaten Lebak tetap aman hingga awal tahun 2027. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lebak, Imam Rismahayadin, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan cadangan pangan untuk mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap ketersediaan bahan pangan masyarakat.

Salah satu cadangan pangan yang saat ini tersedia merupakan beras yang disimpan melalui Perum Bulog Cabang Lebak. "Cadangan pangan daerah yang tersimpan di gudang Bulog Cabang Lebak kurang lebih sebanyak 117,20 ton beras," kata Imam Rismahayadin di Lebak, Sabtu, 12 September 2026.

Ketersediaan cadangan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menjaga pasokan beras apabila terjadi gangguan produksi akibat kondisi cuaca yang berkepanjangan. Imam mengatakan, pemerintah tidak hanya mengandalkan cadangan pangan yang tersimpan di gudang Bulog dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat.

Cadangan pangan juga terdapat di sejumlah lumbung pangan desa yang tersebar di wilayah Kabupaten Lebak. Keberadaan lumbung pangan tersebut dinilai memiliki peran penting, terutama dalam menghadapi kondisi musim kemarau panjang yang dapat memengaruhi hasil pertanian masyarakat.

Selain lumbung pangan desa, masyarakat adat di wilayah Banten Selatan juga memiliki tradisi menyimpan hasil panen sebagai persediaan pangan untuk kebutuhan pada masa mendatang. Imam menyebut terdapat sebanyak 522 kasepuhan yang memiliki tradisi penyimpanan hasil panen melalui leuit atau lumbung pangan masyarakat.

"Cadangan beras yang ada di lumbung pangan masyarakat kasepuhan itu mencapai sekitar 88 ribu ton," ujar Imam. Jumlah tersebut menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga ketersediaan pangan masyarakat di Kabupaten Lebak.

Tradisi menyimpan hasil panen di dalam leuit telah dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat adat, termasuk masyarakat Kasepuhan dan Baduy. Cara tersebut sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat adat telah memiliki sistem ketahanan pangan sendiri yang mampu menjaga persediaan beras dalam jangka panjang.

"Tradisi menyimpan hasil panen di dalam leuit atau lumbung pangan merupakan salah satu cara masyarakat kasepuhan dan Baduy menjaga ketersediaan pangan," kata Imam. Ia menilai keberadaan leuit tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga mempunyai fungsi strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

Hasil panen yang disimpan dapat menjadi persediaan ketika masyarakat menghadapi kondisi tertentu, termasuk musim kemarau yang berpotensi mengganggu kegiatan pertanian. Pemerintah Kabupaten Lebak terus melakukan pemantauan terhadap kondisi ketersediaan pangan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya gangguan pasokan maupun kenaikan kebutuhan pangan selama musim kemarau. Imam mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian beras secara berlebihan karena khawatir terjadi kelangkaan pangan.

"Imbauan kami kepada masyarakat tidak perlu resah dan tidak perlu khawatir akan terjadi kelangkaan pangan, khususnya beras," ucapnya. Ia memastikan pemerintah bersama berbagai pihak akan terus menjaga stabilitas dan ketersediaan pangan di wilayah Kabupaten Lebak.

Dengan dukungan cadangan beras pemerintah serta persediaan yang dimiliki masyarakat melalui lumbung pangan, kebutuhan pangan masyarakat diharapkan tetap aman. "Insyaallah ketersediaan pangan di Kabupaten Lebak mencukupi sampai awal tahun 2027," ucap Imam Rismahayadin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....